Renungan Harian Keluarga

RENUNGAN - Menangkal Serangan Hoaks

Sebagai warga gereja, kita selalu diajarkan untuk membaca, mendengar dan menghayati Firman Tuhan. Melalaikan dan mengabaikan firman Tuhan

RENUNGAN - Menangkal Serangan Hoaks
ilustrasi 

Kejadian 3:1-5

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Sebagai warga gereja, kita selalu diajarkan untuk membaca, mendengar dan menghayati Firman Tuhan. Melalaikan dan mengabaikan firman Tuhan membuat iman kita tidak bertumbuh, menjadi lemah, mudah goyah dan melakukan dosa.

Renungan
Renungan (WWW.THOUGHTCO.COM)

Pembacaan kita hari ini memperlihatkan ular sebagai binatang paling cerdik; pandai menipu, pandai merumuskan pemikiran abigu (bermakna ganda sehingga dapat membawa keraguan/ ketidakjelasan).

Ular itu menghampiri manusia dan bertanya “tentulah Allah berfirman, semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya bukan?”. Ular seakan-akan ingin mendapatkan kebenaran. Olehnya dengan santun manusia perempuan itu memberi jawaban dan membuat koreksi, buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi dalam ayat 3 memperlihatkan si perempuan itu  memberi jawaban dan membuat koreksi, buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi dalam ayat 3 memperlihatkan si perempuan kurang tepat mengutip firman Tuhan “tetapi tentang buah pohon yang ada ditengah-tengah taman.

Allah berfirman: jangan kamu makan atau raba buah itu nanti kamu mati. Dalam hal ini manusia itu membuat penafsiran berlebih-lebihan atau keliru menambahkan  mengurangi makna dari firman Tuhan. Disatu sisi perempuan itu memperberat larangan, namun meremehkan dengan menambahkan kata-kata “ataupun raba” dan “nanti kamu”.

Perempuan itu telah menghilangkan hal yang esensial dari Firman Tuhan, menurut aslinya (Kej 2:17), disitu tidak ada kata raba atau nanti kamu melainkan pastilah engkau mati. Kesalahan penafsiran ini menjadi titik lemah yang digunakan ular untuk menyampaikan hoaks/ menanamkan kebenaran (ayat 4,5).

Melalui pembacaan dan perenungan ini keluarga Kristen diingatkan bahwa kelalaian dan kesalahan dalam memahami menjadi kesempatan bagi kebohongan dan pemikiran jahat untuk melemahkan dan merusak hati, otak dan iman bahkan seluruh hidup kita. Memperlihatkan dan melakukan dengan benar adalah benteng pertahanan terhadap kebohongan. Marilah kita tak jemu-jemu membca dan belajar firman Tuhan. Amin.

DOA: Terima kasih Tuhan untuk kesempatan memahami firman-Mu. Tolonglah kami untuk melakukan-Nya agar tidak terjebak pada keselahpahaman atau propaganda yang jahat yang dapat merusak kehidupan. Amin.

Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved