Sosok
Mengenal Alexander Andries Maramis, Pendiri Bangsa dan Perumus Dasar Negara Indonesia
Nama Alexander Andries Maramis atau yang akrab dengan sebutan AA Maramis sangat populer di Sulawesi Utara.
Dia lantas membeli sendiri bendera merah putih dan memasangnya di monumen.
Lody tinggal di rumah dinas AA Maramis di Jalan Merdeka Timur, tepatnya Stasiun Gambir.
Lahan dari monumen AA Maramis ini adalah milik keluarga yang dihibahkan.
Lody merupakan ponakan AA Maramis, Ibunya, SK Pandean dan AA Maramis adalah anak bersaudara.
SK Pandean juga adalah pejuang yang masuk dalam pimpinan Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi.
Menurut Lody, saat pembangunan monumen ini pemerintah turut membantu dalam pembiayaan.
• Dulu Pengkritik Keras, Ahmad Dhani Kini jadi Pendukung Jokowi: Sudah Selesai, Kita dari Nol Lagi
Saat ini AA Maramis belum masuk dalam jajaran pahlawan nasional RI.
Keluarga terus mengupayakan, sebab semua persyaratan sudah dipenuhi pihak keluarga.
Saat ini pemerintah masih mengkaji semua dokumen pendukung dari AA Maramis ini.
Sebab kata Lody, kualifikasi pahlawan nasional itu begitu tinggi.
Lody saat itu menceritakan bagaimana sulitnya proses untuk menjadikan AA Maramis sebagai pahlawan nasional.
Terutama untuk melakukan seminar sebagai salah satu syarat penting. Keluarga kesulitan dana untuk menggelar seminar ini, sementara dukungan dari pemerintah daerah sangat-sangat minim.
• Cabang Pohon yang Tumbang Berhasil di Pindahkan, Akses Jalan AA Maramis Kembali Normal
Dengan susah payah akhirnya pada tahun 2014, seminar soal AA Maramis digelar di Kota Manado.
Lody menyesalkan, sejak kematian AA Maramis tahun 1977 lalu, tak ada upaya dari pemerintah yang berarti untuk memperjuangkan AA Maramis menjadi pahlawan nasional. Padahal dia adalah founding father atau salah seorang pendiri bangsa.
Dulu waktu aturan tiap provinsi bisa mengusulkan lebih dari satu nama tiap tahun, tak ada nama AA Maramis dari Sulawesi Utara. Hingga aturan baru yang hanya memperbolehkan satu pahlawan tiap tahun dari tiap provinsi.