Petinggi IMF Komentar soal Ibu Kota Baru ke Jokowi
Presiden Joko Widodo bertemu dengan Managing Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva di Bangkok
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Joko Widodo bertemu dengan Managing Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva di Bangkok, Thailand, Minggu (3/11). Dalam pertemuan tersebut Kristalina Georgieva sempat berkomentar soal perpindahan ibu kota negara Indonesia.
• Info BMKG: Peringatan Dini Senin 4 November 2019, Hujan Lebat Disertai Angin Kencang & Petir Besok
Pertemuan tersebut terjadi setelah Presiden Joko Widodo menghadiri upacara pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi ke-35 ASEAN di Impact Exhibition and Convention Center, Bangkok. Jokowi dan Georgieva bertukar pikiran soal situasi ekonomi, global maupun kawasan ASEAN.
"Tadi Bapak Presiden tukar pikiran soal situasi ekonomi, baik global maupun kawasan, dengan managing director IMF yang baru dari Rumania, Kristalina Georgieva," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi seperti disampaikan wartawan Tribun Network Theresia Felisiani dari Bangkok.
Obrolan mereka berlanjut ke Jokowi bercerita soal hal-hal prioritas yang akan dia lakukan dalam lima tahun ke depan. Jokowi mengungkapkan rencananya di bidang sumber daya manusia, melanjutkan pembangunan infrastruktur dan reformasi birokrasi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang juga mendampingi Presiden Joko Widodo, menuturkan sebuah pembicaraan menarik antara Jokowi dan Georgieva. Pembicaraan tersebut terkait rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur.
"Ada bagian menarik. Tadi Managing Director IMF Kristalina ikut komentar soal pemindahan ibu kota," tutur Airlangga.
Menurut penuturan Airlangga, Kristalina Georgieva mengapresiasi rencana pemindahan ibu kota negara. Georgieva mengapresiasi pemerintah Indonesia yang sejak jauh hari mengkaji secara komprehensif dalam menentukan area di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi ibu kota negara yang baru.
• Rekomendasi Manado Kukuhkan Airlangga: Bamsoet Tetap Maju di Munas
"Kristalina mengatakan pemindahan ibu kota baik dimanfaatkan untuk reformasi struktural, reformasi institusi," kata Airlangga.
Dalam KTT ke-35 ASEAN, Presiden Joko Widodo memuji kemitraan ASEAN dan China yang menjadi lokomotif perdamaian dan stabilitas di kawasan ASEAN. Jokowi mengatakan ASEAN-China memiliki komitmen yang sama untuk memastikan stabilitas dan perdamaian sebagai kunci kesejahteraan.
“Pada bulan Juni lalu ASEAN mengesahkan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. Outlook ini mendorong seluruh negara di kawasan untuk mengedepankan kolaborasi dan menanggalkan rivalitas,” ujar Jokowi, Minggu (3/11).
Oleh karena itu, kerja sama Indo-Pasifik merupakan isu yang disampaikan Jokowi dalam KTT kali ini. Jokowi berharap melalui outlook tersebut stabilitas, keamanan dan kesejahteraan tidak hanya dinikmati oleh Kawasan Asia Pasifik, tapi juga lebih luas di Kawasan Indo-Pasifik.
Jokowi juga menegaskan ASEAN terbuka untuk bekerja sama dengan China dalam kerangka ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. Satu di antara keterbukaan ASEAN adalah memfokuskan kerja sama konektivitas dan infrastruktur.
“Kolaborasi membangun konektivitas dan infrastruktur adalah kebutuhan yang mendesak antara ASEAN dan RRT,” kata Jokowi.
Jokowi menilai sinergi Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC) 2025 dan Belt and Road Initiative (BRI) menjadi sebuah keniscayaan.
“Pengembangan konektivitas dan infrastruktur sangat penting untuk menjamin pertumbuhan ekonomi, termasuk dalam pengembangan pusat pertumbuhan baru di Kawasan Indo-Pasifik,” imbuhnya.
• Prabowo-Puan Lawan Kubu Anies: Gerindra-PDIP Makin Lengket
Untuk itu, tambah Jokowi, Indonesia berencana menyelenggarakan Indo-Pacific Infrastructure and Connectivity Forum pada 2020. Pihaknya mengundang China, baik pemerintah maupun sektor swasta, untuk hadir pada forum tersebut.
Isu lainnya yang disampaikan Presiden adalah pentingnya mempertebal strategic trust di Kawasan. Strategic trust merupakan kata kunci dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di Kawasan, termasuk di Laut China Selatan.
“Trust akan terwujud jika kita berkomitmen untuk mengutakan dialog dan penyelesaian sengketa secara damai dan menghormati serta mematuhi hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982,” tambahnya.
Dalam pertemuan itu Jokowi juga menjelaskan pada tahun ini pihaknya telah menyelesaikan putaran pertama perundingan Code of Conduct in the South China Sea.
Jokowi berharap kemajuan dalam perundingan tersebut dapat selaras dengan situasi di lapangan dan tidak ada pihak manapun yang melakukan tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan.
Pada KTT ke-35 ASEAN, Cina menyatakan siap bekerja sama dengan negara-negara Asia Tenggara untuk menjaga kedamaian dan stabilitas di Laut China Selatan. Perdana Menteri China Li Keqiang menyampaikan tekad tersebut usai bertemu sejumlah pemimpin negara ASEAN di Bangkok, Minggu (3/11).
"Kami ingin bekerja sama dengan ASEAN, di bawah kesepakatan yang telah tercapai, untuk menjaga perdamaian jangka panjang dan stabilitas di Laut China Selatan, sesuai dengan jadwal yang diatur selama tiga tahun," ujar Li seperti dikutip dari Reuters. (Tribun Network/the)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/jokowi-berbincang_5.jpg)