Jadi Khotib Istiqlal, Menag: Sekali-kali Boleh Lah
Sepekan setelah dilantik menjadi Menteri Agama, Jendral (Purn) Fachrul Razi, menjadi khatib salat Jumat di Masjid Istiqlal
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA -- Sepekan setelah dilantik menjadi Menteri Agama, Jendral (Purn) Fachrul Razi, menjadi khatib salat Jumat di Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (1/11). Dalam khutbahnya, Fachrul menyampaikan kunci penyelesaian masalah di kehidupan manusia hingga pemimpin yang adil.
• Dua Dokter Jaga Maruf Tiap Hari: Masduki Baidowi Ungkap Rahasia Kesehatan Wakil Presiden
Sepanjang lebih kurang 20 menit, Menag berkhutbah mengenai pentingnya hidup dalam toleransi seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dari wahyu yang diterimanya dari Allah SWT.
Setidaknya ada tiga ayat Alquran serta satu surat yang dikutip Menag Fachrul Razi dalam khutbahnya. Yakni, ayat dalam Surat Al Ashr, ayat dalam Surat Al Hujurat, ayat Surat An Nisa', serta satu Surat Al Kafirun.
Menag memulai khutbahnya dengan rukun-rukun khutbah dengan bahasa Arab seperti khatib salat Jumat pada umumnya. Kemudian masuk ke pembuka khutbah berbahasa Indonesia dengan mengajak jamaah meningkatkan iman kepada Allah SWT, agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan mendapat ketenangan hidup.
"Sebagaimana terdapat dalam surat Al Ashr, 'Sesungguhnya, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran'," kata Fachrul.
Dia juga mengutip salah satu ayat Surat Hujurat dengan membacakannya dalam bahasa Arab serta menjelaskan terjemahannya dalam bahasa Indonesia berisi tentang penciptaan manusia oleh Allah SWT dan perintah Allah SWT untuk tidak bercerai berai.
Dari kutipan ayat-ayat Alquran itu, Fachrul menyebutkan saling berhubungan dan menjelaskan segala perbedaan tetap harus bersatu. Dalam Alquran, katanya, terkandung pelajaran toleransi. Serta kehadiran Nabi Muhammad SAW di bumi yang menjadi pembawa rahmatan lil 'alamin (pembawa rahmat bagi semesta alam).
• Sri Mulyani Akan Cek Anggaran Janggal
Di mimbar, Fachrul menyampaikan bahwa Islam memberi pelajaran bagi para pemimpin untuk berbuat adil. Karena, terciptanya keadilan di tengah masyarakat akan berdampak pada kemudahan untuk menghadirkan persatuan, begitu pun sebaliknya. "Islam juga memberi pelajaran kepada para pemimpin. Kalau pemimpin tidak adil maka rakyatnya tidak bahagia. Kalau tidak bahagia maka tidak mungkin bisa diajak bersatu," kata Fachrul.
Fachrul pun mengutip surah An-Nisa' ayat 58 yang menjelaskan tentang petunjuk bagi para pemimpin. Disampaikan, jika seorang pemimpin diberi amanah, maka ia hendaknya berlaku adil. "Pesan-Nya kepada pemimpin adalah bila kau diberi amanah, maka kau hendaknya berlaku adil. Bila kau menetapkan hukum di antara manusia, kau harus menetapkan hukum dengan seadil-adilnya," jelasnya.
Seringkali, lanjut dia, orang melakukan kejahatan di ruang sepi dan tertutup dengan harapan KPK atau aparat penegak hukum lainnya tidak tahu. Namun, mereka lupa bahwa Tuhan punya sifat Maha Mendengar dan Maha Melihat.
"Acapkali orang melakukan kejahatan di ruang sepi dan tertutup, mungkin diharapkannya, mohon maaf, KPK tidak lihat. Atau aparat hukum tidak lihat," ujar Fachrul.
"Allah katakan, sesungguhnya Aku Maha Mendengar dan Maha Melihat. Dimana pun kau lakukan perbuatan yang melanggar hukum, yang maksiat itu, Aku akan tahu," imbuh dia.
Di akhir khutbah pertama, Menag mengingatkan kembali pentingnya hidup bertoleransi, damai dalam keberagaman, lalu mengutip Surat Al Kafirun berisi tentang menghormati perbedaan agama. Sampai pada akhir khutbah kedua, Menag berdoa bahasa Arab yang diselingi dengan bahasa Indonesia.
Fachrul ke luar dari masjid sekira pukul 12.38. Ia dikawal oleh kurang lebih lima ajudannya. Menag Fachrul mengenakan kemeja putih, celana hitam, sorban merah yang diletakkan di bahu kanannya, serta kopiah hitam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/fachrul-razi-merupakan-menteri-agama-yang-berlatar-belakang-militer.jpg)