News

Ade Armando Unggah Meme soal Anies Ala Joker, Berikut Kata Pakar Komunikasi Politik

Pro-kontra ungahannya soal wajah Gubernur DKI Jakarta langsung bermunculan di sosial media.

Ade Armando Unggah Meme soal Anies Ala Joker, Berikut Kata Pakar Komunikasi Politik
TRIBUNNEWS/Youtube
Ade Armando Unggah Meme soal Anies Ala Joker, Berikut Kata Pakar Komunikasi Politik 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ade Armando diseret ke pihak kepolisian lantaran ungahannya soal wajah Gubernur DKI Jakarta.

Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando diseret ke pihak kepolisian lantaran ungahannya soal wajah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang diedit menjadi tokoh fiksi Joker.

Pro-kontra pun langsung bermunculan di sosial media.

Menanggapi hal itu, Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Jayabaya, Lely Arrianie menyatakan unggahan yang dibagikan oleh Ade Armando dinilainya hanya bentuk satire mengenai kasus anggaran DKI Jakarta yang tengah jadi sorotan.

Dia menyebutkan, satire dalam bentuk visual atau meme dalam ilmu komunikasi politik adalah hal yang wajar.

"Tinggal bagaimana penerima pesan menyikapinya, asal (kontennya) tidak mengedepankan politik identitas (tidak masalah)," kata Lely saat dikonfirmasi, Sabtu (2/11/2019).

Lagipula, imbuh dia, meme seperti apa yang dibagikan Ade Armando bukan barang baru di Indonesia.

Ahok Jelaskan Sistem e-budgeting, Pak Anies Terlalu Over Smart, Saya Lupa Definisi Smart Seperti Apa

Perjalanan Panjang Soni, Muncikari Jaringan Prostitusi Artis, Pelanggan Masih Mahasiswa & Kelas Atas

Sirkuit Sepang Renggut Nyawa Pembalap Indonesia Afridza Munandar di Kejuaraan Asia Talent Cup 2019

Tercatat, praktik tersebut kerap terlihat di media sosial selama kontestasi politik yang lalu.

"Coba buka semua hal saat pilpres dan pilkada DKI Jakarta, yang lebih dari itu banyak. Tapi semua tergantung persepsi penerima pesan," ungkapnya

"Komunikasi politik itu kan bisa satu pesan atau banyak pesan dari satu pelaku kebanyak pelaku atau sebaliknya," sambungnya.

Lebih lanjut, dia mengakui komunikasi politik bisa menjadi tragedi apabila sang komunikator salah menyampaikan cara pesannya.

"Tapi (kasus Armando) itu menunjukkan komunikasi politik bisa dianggap tragedi dilihat dari dekat dan komedi dilihat dari jauh," pungkasnya. 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Afridza Munandar, Pembalap Indonesia Meninggal Setelah Kecelakaan di Asia Talent Cup 2019

Sosok Artalyta Suryani, Tersangka Korupsi BLBI, Punya Penjara Mewah? Begini Kabar Terbarunya

6 Orang Ditebas Parang, Kali Ini Terjadi Di Kerobokan Kaja, 2 Pelaku Tak Diketahui

Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved