Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lakalantas di Jalan AA Maramis

Polisi Tewas Lakalantas, Tiga Anak Brigadir Pardi Masih Kecil

Kabar duka itu segera sampai ke keluarganya. Putri Ramadania, istri Pardi, mengaku kaget saat ada warga yang datang dan mengetuk pintu rumahnya.

ISTIMEWA
Kondisi mobil Daihatsu Gran Max yang menabrak sepeda motor yang dikendarai Brigadir Pardi di Jalan AA Maramis, Paniki Bawah, Mapanget, Manado, Senin (28/10/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Brigadir Pardi, anggota Polri yang bertugas di Direktorat Tahanan dan Titipan Polda Sulawesi Utara, menjadi korban kecelakaan di Jalan AA Maramis, Paniki Bawah, Mapanget, Manado, Senin (28/10/2019) sekitar pukul 05.00 Wita.

Korban yang berusia 32 tahun meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang masih kecil.

Nyawanya Pardi tak lagi dapat tertolong, ia meninggal di tempat. Meski begitu, ia segera dibawa ke rumah sakit di Paal Dua.

Kabar duka itu segera sampai ke keluarganya. Putri Ramadania, istri Pardi, mengaku kaget saat ada warga yang datang dan mengetuk pintu rumahnya jelang pagi.

"Saat saya bangun dan membuka pintu, mereka mengatakan bahwa suami saya kecelakaan di jalan depan," ujar Putri dengan raut muka yang masih sedih kepada Tribun Manado yang menemuinya di rumah di Asrama Polisi Paniki Bawah, Senin sore.

Aspol dan lokasi kecelakaan tidak terlalu jauh. Saat peristiwa itu terjadi, korban yang mengendarai sepeda motor matik Honda Beat warna putih memutar balik arah sebelum masuk ke jalan masuk Aspol.

Kapolda Sulut Turut Berduka Cita atas Meninggalnya Brigadir Pardi

Nahas, baru saja memutar, satu mobil Daihatsu Grand Max warna hitam yang dikemudikan lelaki bernama Suwandi Imbay (23), warga Desa Adow, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, melaju kencang dari arah bandara dan langsung menyambar korban.

Korban meninggalkan tiga anak, yang pertama usia 6 tahun, yang kedua usia 3 tahun, dan yang ketiga masih 6 bulan.

Berbincang dengan Tribun Manado, Putri sambil memeluk anak ketiganya.

UPDATE Kronologi Tabrakan Maut di Jalan AA Maramis, Anggota Polda Meninggal di Lokasi Kejadian

Kata Putri, begitu mendapat kabar tersebut ia bersama kakak iparnya langsung bergegas menuju ke rumah sakit di Paal Dua.

"Saat saya tiba di UGD rumah sakit, saya melihat suami sudah tak berdaya dan dokter mengatakan bahwa suami saya sudah meninggal," ucapnya.

Putri masih mengingat saat-saat terakhir kebersamaannya bersama almarhum suami.

Pada Minggu (27/10/2019) sore, almarhum pamit kepadanya untuk pergi bermain sepak bola di Wori, Kabupaten Minahasa Utara.

Kasus-kasus Lakalantas Maut di Jalur Kairagi, dari Anak 3 Tahun, Anak Sekolah hingga Personel Brimob

"Dia hanya mengatakan kalau dia ingin pergi main sepak bola di wilayah Wori. Setelah itu tidak ada kabar dari dia. Nanti saya dapat kabar jelang pagi tadi, setelah kecelakaan," jelasnya.

Sang suami sudah dimakamkan. Putri pun hanya bisa pasrah atas kepergian suami tercinta sembari berupaya merawat tiga anak mereka.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved