News
Putra Kawanua OH Pantouw yang Punya Andil Besar Pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928
Putra kawanua punya andil besar dalam peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Frandi Piring
Negeri yang saat itu justru menjadi penjajah.
Lewat majalah bernama Indonesia Merdeka, perhimpunan itu menyatakan pikiran tentang perubahan nasib bangsa Indonesia.
SIFAT KEDAERAHAN
Dua organisasi yang baru muncul dan langsung memasuki gelanggang politik adalah Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPI) dan Jong Indonesia.
Kedua organisasi ini mempunyai peranan yang cukup banyak dalam mencetuskan Sumpah Pemuda kelak.
Sejumlah organisasi pemuda yang ada pun makin deras untuk mengarus ke arah persatuan.
Maklum, saat itu yang tumbuh adalah organisasi kepemudaan yang bersifat kedaerahan.
Para pelajar atau pemuda yang belajar di Jawa terwadahi oleh organisasi yang beraneka ragam.
Sebutlah seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong WVinahasa, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Bataks Bond, Sekar Rukun, Pemuda Kaum Betawi, dan JongTimoreesch Verbond.
Bukan hanya itu. Ada juga klab studi, seperti Indonesisch Studieclub, Algemeene Studieclub.
Ada pula perkumpulan yang berdasarkan agama atau ideologi, misalnya Jong Islamieten Bond, dan Pergerakan Pemuda berdasarkan Nasional Indonesia.
Gagasan fusi (peleburan) dari beragam organisasi itulah yang kemudian melahirkan "Kerapatan Besar" pemuda yang lebih kita kenal sebagai Kongres Pemuda I.
Tujuan kongres yang dipimpin oleh Mohammad Tabrani (dari Jong Java) itu antara lain adalah membina pernumpulan pemuda yang tunggal.
Maksudnya, dari sanalah akan dimajukan faham persatuan dan kebangsaan.
Gila juga. Mengapa? Usia mereka kala itu 21-30 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/mengenal-oh-pantouw-wartawan-kawanua-yang-berperan-dalam-sumpah-pemuda.jpg)