Ritual Mandi Safar Bakal Dijadikan Agenda Tahunan Pemkab
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Penulis: Nielton Durado | Editor: Maickel Karundeng
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Akan menjadikan Ritual Mandi Safar sebagai agenda tahunan.
Hal inid dikatakan oleh Bupati Bolsel Haji Iskandar Kamaru ketika ditemui Tribun Manado, Kamis (24/10/2019).
• Iskandar Kamaru Rindu Makanan Khas Bolsel Saat Ikuti Ritual Mandi Safar
Menurut Kamaru, ritual Mandi Safar sudah bertahun-tahun diwarisi oleh masyarakat Bolsel, khususnya di Kecamatan Tomini.
"Jadi sangat layak untuk dijadikan agenda tahunan," ujar dia.
Ia menambahkan, pada tahun 2020 Pemkab Bolsel menyiapkan Rp 50 juta untuk perayaan ini.
"Anggarannya tidak banyak, tapi semoga bermanfaat," aku dia.
*Makna Perayaan Mandi Safar
Mandi Safar merupakan ritual yang lazim dilakukan warga Gorontalo sejak puluhan tahun lalu.
Namun karena di Kecamatan Tomini, banyak masyarakat yang berasal dari Gorontalo, maka tradisi ini pun ikut digelar disini.
Tradisi ini merupakan tradisi yang diturunkan kerajaan Atinggola di setiap awal bulan Safar, dalam penanggalan bulan Islam atau tahun Hijriyah.
Di Bolsel acara ini dibanjiri oleh ratusan masyarakat Kecamatan Tomini.
Acara biasa dimulai dengan doa syukur bersama di bantaran Sungai Milangodaa, kemudian dilanjutkan dengan mandi bersama lewat percikan air sungai.
Ritual ini dipercaya dapat menolak marah bahaya, serta bencana sepanjang setahun kedepan.
Selain itu, ritual Mandi Safar juga dipercaya mendatangkan rejeki bagi yang melakukannya.