Crystal Palace vs Manchester City: Membongkar Kelemahan Raksasa
Pep Guardiola punya pekerjaan rumah besar musim ini. Selain mengejar gap delapan poin dari Liverpool di puncak klasemen
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
The Eagles sendiri akan menjamu City dengan optimisme tinggi. Di papan klasemen City memang menduduki posisi kedua dengan 16 poin, sementara Palace berada di posisi ke-6.
Namun demikian, Palace bakal menjalani laga ini dengan modal lebih baik daripada City. Pada tiga pertandingan liga terakhir, hasil terburuk yang dipetik pasukan Roy Hodgson itu adalah imbang 1-1 dengan Wolves pada pekan ke-6 Premier League. Artinya, dua laga selanjutnya selalu berakhir dengan tiga poin untuk Palace.
Pada dua kemenangan itu, Wilfried Zaha dkk sudah mencetak 4 gol dan hanya kebobolan sekali. Ini menandakan sistem 4-5-1 sudah berhasil mengeluarkan potensi terbaik tim berjuluk The Eagles tersebut.
Akan tetapi, taktik dan hasil-hasil bagus Palace bukan satu-satunya hal yang harusnya dikhawatirkan City. Ada juga Faktor X, seperti kenyataan bahwa Palace merupakan tim yang memiliki tradisi mempecundangi juara bertahan Premier League.
Tradisi ini sudah berjalan sejak musim 2014/15. Tentu, pengecualian untuk Leicester City untuk musim 2016/17. Musim lalu, City sendiri takluk 2-3 dari Palace di Etihad Stadium.
Agar tak makin tertinggal dari Liverpool, City tentunya tak ingin catatan suram ini terulang. Masalahnya, dengan sejumlah krisis, bisakah City yang berbahaya itu kembali muncul?
”Kami masih punya kesempatan untuk mengejar (Liverpool). Masih banyak pertandingan yang harus dihadapi,” kata Guardiola saat ditanya peluang timnya untuk mengejar The Reds di puncak klasemen. (tribunnews/dod)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pep-guardiola-10-januari-2019.jpg)