Crystal Palace vs Manchester City: Membongkar Kelemahan Raksasa
Pep Guardiola punya pekerjaan rumah besar musim ini. Selain mengejar gap delapan poin dari Liverpool di puncak klasemen
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pep Guardiola punya pekerjaan rumah besar musim ini. Selain mengejar gap delapan poin dari Liverpool di puncak klasemen Premier League, manajer Manchester City itu juga perlu mencari solusi untuk masalah pertahanan timnya.
Tak ada yang menampik bahwa The Citizens tampil fantastis dan terus membuat rekor sejak diasuh Guardiola. Namun demikian, masih ada celah yang dieksploitasi dari tim raksasa tersebut.
• Menlu Beryukur Indonesia Masuk Dewan HAM PBB
Pada musim 2018/19, secara mengejutkan Sergio Aguero dkk takluk dari tim seperti Crystal Palace (2-3), Leicester City (1-2), dan Newcastle United (1-2).
Sementara musim ini, giliran Norwich City dan Wolverhampton Wanderers yang membungkam The Citizens masing-masing dengan skor 2-3 dan 0-2. Semua kekalahan itu memperlihatkan sisi rapuh yang dimiliki pasukan Pep Guardiola di balik permainan dominan mereka.
Live On
Mola TV
Sabtu (19/10) Pukul 23:00 WIB/24:00 WITA
-----------------
Kini Crystal Palace berharap dapat mengulang keberhasilan mengalahkan sang juara bertahan seperti musim lalu. The Eagles dijadwalkan menjamu Manchester City di laga pekan ke-9 Premier League di Stadion Selhurst Park, Sabtu (19/10).
• Inilah Agenda Lengkap Pelantikan Presiden dan Wapres
Salah satu elemen utama dalam permainan The Citizens adalah penguasaan bola. Namun cara ini tak selalu sukses, khususnya saat bertemu lawan yang punya taktik solid tanpa bola. Wolverhampton memperlihatkannya pada laga pekan ke-8, 5 Oktober lalu.
Pelatih Nuno Espirito Santo tahu akan sulit bagi pasukannya mengimbangi City. Terbukti, penguasaan bola timnya hanya 26 persen. Alih-alih berusaha merebut bola, Raul Jimenez dan kawan bertahan dengan disiplin dan rapat dalam skema 5-3-2.
Ini membuat The Citizens frustrasi dan memengaruhi fokus mereka. Lantas dengan serangan balik cepat, Adama Traore dua kali membuat publik Etihad terdiam.
Faktor yang tak kalah penting bagi Wolves adalah menumpuk pemain di tengah guna meminimalkan pengaruh para gelandang Man. City. Ini memaksa The Citizens bermain melebar, membuat mereka lebih banyak menyerang lewat crossing (umpan silang). Taktik ini menyulitkan karena Pep tidak punya penyerang yang tangguh dalam duel udara.
Membuat City lebih banyak melepaskan crossing juga terbukti efektif bagi Palace, Leicester, dan Norwich. Sejak Desember 2018, The Citizens empat kali kalah saat lawan mampu memaksa mereka mengandalkan umpan-umpan silang dari open play.
Tingkat kesuksesannya pun sangat buruk. Bahkan ketika melawan Leicester, 26 crossing yang dilepaskan City tidak ada yang sukses. Guardiola tentu menyadari masalah ini. The Eagles akan mencoba memaksa mereka bermain melebar akhir pekan nanti.
• Persiapan Pelantikan Jokowi Maruf Sudah 95 Persen, Sekjen MPR Jamin Aman
Selain itu, sang pelatih juga perlu mengantisipasi kelemahan City dalam menghadapi situasi bola-bola mati. Terhitung sejak musim lalu persentase kebobolan mereka lewat cara ini jadi yang terburuk. Dari total kemasukan 32 gol, 12 di antaranya berawal dari bola-bola mati lawan.
”Anda perlu meningkatkan kinerja, fokus dan disiplin semaksimal mungkin, serta memaksimalkan setiap peluang dengan efektif. Jika semua hal tersebut mampu dilakukan, maka Anda bisa mengejutkan mereka,” kata pelatih Palace, Roy Hodgson setelah kemenangan timnya atas Man. City musim lalu.
Kedengarannya sederhana. Namun Guardiola dan timnya tentu saja akan belajar dari pengalaman-pengalaman pahit tersebut. Di tambah lagi, dua bintang The Citizens, gelandang Kevin De Bruyne serta bek tengah John Stones kemungkinan bisa diturunkan melawan Palace.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pep-guardiola-10-januari-2019.jpg)