Menimbang peluang Investasi Sepatu Sneakers
Dalam beberapa tahun terakhir, sepatu kets, atawa istilah bekennya sneakers, berubah menjadi simbol besar dalam dunia mode.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, sepatu kets, atawa istilah bekennya sneakers, berubah menjadi simbol besar dalam dunia mode. Semua ini berkat kolaborasi yang dilakukan produsen sneakers dengan selebritis kenamaan, yang akhirnya menggerakkan pasar global.
• Banyak Pesaing Olly di Menteri BUMN: PDIP Ingin Kuasai 45 Persen Kabinet
Alhasil, kini sneakers menjadi bagian dari gaya hidup, bahkan instrumen investasi yang menggiurkan. Hal tersebut terlihat dari harga jual kembali sneakers yang dapat melesat tinggi.
Berdasarkan data Hypersnobiety.com, hingga pertengahan 2019 lalu, sneakers Nike hasil kolaborasi dengan Michael Jordan menjadi sneakers yang memberi keuntungan tertinggi. Harga jual sneakers The Trophy Room x Nike Air Jordan 5 tersebut awalnya hanya US$ 200, namun kini telah melesat 2.506% menjadi US$ 5.213. (lihat tabel)
Mantan bintang NBA tersebut memang menjadi ikon tak tergantikan untuk Nike. Pada tahun fiskal yang berakhir Mei 2019 lalu, penjualan kotor Nike Jordan mencapai angka US$ 3,14 miliar. Angka ini naik 10% ketimbang periode di tahun sebelumnya. Hitungan Forbes, dari hasil jualan sepatu tersebut, Jordan mendapatkan US$ 130 juta.
Salah satu kolektor sneakers, Anugrah Aditya, mengatakan, Nike Air Jordan 1 menjadi salah satu sneakers dengan nilai investasi tertinggi. Alasannya, nilai historis yang menempel pada sepatu kets tersebut membuat sneakers ini jadi buruan.
Asal tahu saja, Nike Air Jordan 1 identik dengan sepatu yang dipakai Michael Jordan saat pertama kali digandeng oleh Nike pada 1984 lalu.
Sneakers lainnya yang sedang di atas angin adalah Adidas Yeezy. Brand sepatu asal Jerman tersebut menggandeng rapper Kanye West saat mengeluarkan Adidas Yeezy untuk pertama kalinya. Sneakers ini pertama kali dirilis pada 2015 lalu.
Hal ini terbukti sukses, karena tiga sneakers Adidas Yeezy berhasil memberi keuntungan tinggi. "Ketika sepatu dikolaborasikan dengan fashion designer atau fashion brand harganya bisa naik," ujar Anugrah.
• Paloh-Prabowo Tak Bahas Kursi Kabinet: Sepakat Jaga Persatuan Negara
Perlu pengetahuan
Dengan keuntungan yang kian menggiurkan, wajar banyak yang mulai melirik sneakers sebagai investasi. Tetapi Anugrah mengingatkan, investasi pada sneakers bukanlah sesuatu yang mudah.
Untuk memulainya, sebaiknya investor harus menyukai atau menjadi kolektor sneakers. "Jangan tujuan awalnya beli sneakers untuk investasi karena perlu hobi juga untuk menikmatinya," kata dia.
Dengan menjadi kolektor, investor sneakers dapat memiliki pengetahuan lebih terhadap instrumen investasinya tersebut. Mengingat, tidak semua sneakers bisa dijadikan barang investasi.
Hal serupa juga disampaikan oleh reseller @hotsaucesneakers yang juga kolektor, Renato Sanyoto. Dia menuturkan, saat ini banyak yang berinvestasi pada sneakers hanya mengincar keuntungan.
Padahal, perlu edukasi dari tiap jenis sepatu baru mendapat untung maksimal. "Bagi saya, kalau tidak diiringi dengan knowledge dan passion for the culture, sulit untuk masuk ke pasar sneakers," tegas dia.
Hal tersebut sempat terjadi pada Adidas Yeezy. Renato mengatakan, saat Adidas Yeezy Zebra keluar, harga resale produk tersebut langsung loncat hingga kisaran Rp 17 juta sampai Rp 20 juta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sneakers.jpg)