Fintech Gencar Menyasar Pinjaman UKM, TRIS Membidik Rights Issue Rp 577.9 Miliar
Bisnis financial technology (fintech) lending semakin melaju kencang. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2019
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Secara bersamaan, Inti Nusa Damai bakal melakukan inbreng atas kepemilikan 78,52% saham Trisula Textile Industries. Aksi tersebut tidak mengubah posisi Kiky Suherlan dan Dedie Suherlan sebagai pengendali Trisula Textile Industries.
Trisula International atau yang tercatat dengan kode saham TRIS di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mendaftarkan PMHMETD I kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 14 Oktober 2019. Target, penawaran efektif pada 18 November 2019 dan realisasi akuisisi Trisula Textile pada 9 Desember 2019.
Jika seluruh rencana berjalan mulus, Trisula International memprediksikan tahun 2020 bisa membukukan penjualan bersih Rp 1,5 triliun. Kontribusi Trisula Textile sebesar 36% per tahun. "Dengan adanya sinergi ini kami berharap tercipta efisiensi dan bakal berdampak bagi penjualan," kata Santoso Widjojo, Direktur Utama PT Trisula International Tbk, usai RUPSLB, Rabu (9/10).
Sepanjang tahun lalu, Trisula International meraih penjualan bersih Rp 860,68 miliar, sedangkan Trisula Textile mengantongi Rp 561,37 miliar. Tahun ini Trisula International mengejar penjualan bersih Rp 963 miliar. (Maizal Walfajri/Agung Hidayat)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-nasabah-fintech-436645.jpg)