Penikaman Jenderal Wiranto
8 Bulan Menunggu Momen Tepat Tikam Jenderal Wiranto, Target dan Dalang Penusukan
Tensi politik di tanah air kembali menghangat. Ini setelah penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto saat mengunjungi Pandeglang, Banten
TRIBUNMANADO.CO.ID, PANDEGLANG - Tensi politik di tanah air kembali menghangat. Ini setelah penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto saat mengunjungi Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019), disebut-sebut melibatkan aliran paham radikalisme terpapar ISIS.
Asal usul kedua pelaku penusukan yang terjadi di Alun Alun Menes itu terus ditelusuri.
Salah satu informasi yang diterima Kompas.com, kedua pelaku ternyata mengontrak sebuah rumah di Kampung Sawah, tak jauh dari Alun-alun Menes.
Menurut Ketua RT setempat, kedua pelaku, SA dan FA, sudah menyewa rumah tersebut sejak Februari 2019.
Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menyampaikan, kedua pelaku diduga laki-laki dan perempuan (inisial) FA, warga Brebes dan yang laki-laki berinisial SA atau Abu Rara, kelahiran Medan.
Baca: Bayangkan Wajah si Kembar Kelak, Ammar Zoni Tak Kuasa Menahan Tangisnya
Baca: Wanita 41 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Tergantung di Dapur Rumah, Suaminya Yang Lihat Pertama Kali
Baca: James Sumendap Hadiri Rakornis IMI Se- Indonesia
Mengontrak rumah tak jauh dari Alun-alun Menes
Ketua RT Kampung Sawah, Mulyadi, mengatakan, kedua pelaku tinggal di sebuah kontrakan petak yang disewa sejak Februari 2019.
"Mulai ngontrak kira-kira Februari, sudah sekitar 7 bulanlah, pertama masuk dia yang laki-laki bernama SA sama anak perempuannya umur sekitar 13 tahun," kata Mulyadi, kepada Kompas.com, di Kampung Sawah, Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/10/2019).
Saat itu, SA mengaku berbisnis online berbagai macam barang, mulai dari madu, pakaian anak-anak, pulsa dan travel.
Sempat pamit untuk menikah di Bogor
Mulaydi mengatakan, saat pertama masuk ke kontrakan di Kampung Sawah, SA tidak membawa istri.
Namun sekitar bulan Agustus, SA meminta izin akan menikah di Bogor.
"Dia minta izin menikah di Bogor, pas balik lagi ke sini sudah bawa istri, bercadar, sekitar 19-20 tahunan," kata Mulyadi.
Mulyadi mengaku, tidak menaruh curiga apapun terhadap keluarga Syahril.
Sebagai Ketua RT, dia hanya menjalankan tugasnya saja seperti menanyakan identitas dan pekerjaan sehari-hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/mengapa-wiranto-jadi-sasaran-penusukan-458.jpg)