Info Kesehatan
Perbedaan Menopause Pria dan Wanita, Tanda-tandanya bagi Laki-laki
penggunaan istilah menopause bagi pria hanya dilakukan untuk mempermudah penggambaran, dan bukan merupakan suatu diagnosis pasti.
Produksi sperma dan sel telur
Meski produksi testosteron menurun, produksi sperma tidak akan berhenti.
Sebaliknya, memasuki usia menopause, produksi sel telur pada wanita akan benar-benar terhenti.
Semua wanita pasti menopause, pria tidak
Memasuki usia tertentu, wanita pasti akan mengalami menopuse.
Namun, hanya sekitar 2% pria yang mengalami gejala-gejala seperti menopause, saat mulai memasuki usia tua.
Tanda-tanda “menopause” pada pria
Saat seorang pria mengalami penurunan produksi testosteron, ada banyak gejala yang akan muncul, baik secara fisik, mental, maupun seksual.
Berikut ini tanda-tanda menopause pada pria, yang perlu dikenali.
Disfungsi ereksi
- Gairah seksual menjadi berkurang
- Infertilitas atau gangguan kesuburan
- Lemak tubuh semakin menumpuk
- Kepadatan tulang berkurang
- Lemas, tubuh terasa tidak berenergi
- Dada atau payudara membesar (ginekomastia)
- Massa otot berkurang
- Sering merasa sedih, bahkan depresi
- Berkurangnya motivasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari
- Sulit berkonsentrasi
- Turunnya kepercayaan diri
- Insomnia
Selain tanda-tanda di atas, pria juga mungkin akan mengalami kerontokan rambut-rambut di badan, berkurangnya ukuran testis, dada menjadi bengkak, dan sering merasa kepanasan tiba-tiba.
Kenapa tidak semua pria mengalami menopause?
Saat pria memasuki usia 30 tahun, secara perlahan, produksi testosteron akan mulai menurun.
Namun, gejala menopause yang muncul pada pria, sebenarnya tidak hanya dipengaruhi oleh hormon.
Pasalnya, tidak semua pria mengalami menopause.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-menopause_20180413_154349.jpg)