Nasional

Jenderal Andika Tegaskan Tak Ada Anggotanya Jajaran TNI AD Yang Mengikuti Perintah Purnawirawan

Tidak ada anggota TNI Angkatan Darat yang akan mengikuti perintah dari purnawirawan. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD)

Jenderal Andika Tegaskan Tak Ada Anggotanya Jajaran TNI AD Yang Mengikuti Perintah Purnawirawan
Tribunnews/JEPRIMA
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tidak ada anggota TNI Angkatan Darat yang akan mengikuti perintah dari purnawirawan. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa.

Dia memastikan anggotanya tidak akan mengikuti perintah dari purnawirawan. Jenderal Andika menyampaikan hal itu dalam menyikapi adanya purnawirawan yang terlibat dalam aksi demo beberapa waktu lalu.

"Kalau ada pesanan dan perintah di luar komando, itu tidak bisa dilakukan," ujar Andika di Mabes TNI AD, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Menurut Andika, hubungan purnawirawan dengan anggota TNI yang saat ini masih aktif bersifat pribadi atau layaknya kakak dan adiknya.

"Mereka sudah berada di luar struktur, sudah di luar dinas aktif. Kami dalam bertugas aktif, kami ikuti perintah komando, komando atas," ucap Andika.

"Kalaupun ada purnawirawan yang kira ada hubungan, itu hanya sekadar hubungan emosional. Kami sayang purnawirawan, dan kami sangat menghormati, tetapi kami juga punya tugas pokok yang juga diatur komando kami," tuturnya.

Sebelumnya, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebianto dipanggil ke Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal), Jumat (27/9/2019).

Baca: Jenderal Andika Perkasa Akan Bongkar Perwira TNI AD yang Dicari, Sudah Sejauh Mana?

Baca: Jenderal Andika Perkasa: Memproses Letkol Lebih Penting, Daripada Laporkan Rizal Ramli ke Polisi

Baca: Riwayat Hidup dan Sosok Jenderal Andika Perkasa yang Dilantik Jokowi Jadi KSAD, Karirnya Cemerlang

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Mohamad Zaenal mengatakan, mediasi tersebut terkait keterlibatan Slamet dalam aksi di depan Mabes TNI pada 25-26 September 2019.

Selain itu, Laksamana Pertama (Purn) Sony Santoso diamankan polisi di kawasan Tangerang, Sabtu (28/9/2019), bersama dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith, terkait kasus dugaan rencana rusuh Aksi Mujahid 212.

Kumpulkan pejabat utama

Halaman
12
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved