Tarkam Dumoga
Tangkap Provokator di Dumoga, Tokoh Agama Serukan Perdamaian
Pertama Imandi versus Tambun, lalu Doloduo versus Makaruwo, Tambun versus Dumoga dan teranyar Toruakat versus Pusian.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Maickel Karundeng
TRIBUNMANADO.CO.ID - Empat kasus tarkam terjadi hanya dalam tempo sebulan di Dumoga Raya, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Pertama Imandi versus Tambun, lalu Doloduo versus Makaruwo, Tambun versus Dumoga dan teranyar Toruakat versus Pusian.
Seruan damai pun dikeluarkan sejumlah tokoh agama di Bolmong.
Ketua Kompelsus Pemuda Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow (GMIBM) Maekel Moonik mengatakan, Dumoga adalah indonesia mini di Sulut dimana masyarakatnya beragam dan harmonis.
Inilah narasi yang harus diunggulkan untuk memupus branding Dumoga sebagai wilayah tarkam.
"Persatuan dan toleransi yang tinggi antar umat beragama di Dumoga adalah fondasi kuat untuk menjaga keberlangsungan hidup
yang damai, rukun serta penuh cinta kasih antar sesama manusia," kata dia.
Ketua badan komunikasi pemuda dan remaja masjid indonesia (BKPRMI) Bolmong Djainal Mooduto mengatakan, solusi mengatasi konflik di Dumoga adalah pemberdayaan pemuda.
"Kegiatan pemuda yang mengedepankan persatuan dan kesatuan harus diadakan," kata dia.
Menurut dia, pelaku konflik umumnya kaum muda.
Dari segi sosiologis, konflik adalah pelarian kaum muda yang tidak tersalur kreativitasnya.
"Juga penindakan hukum harus dilakukan, miras di razia, provokator di tangkap," kata dia.
Ketua Pemuda Hindu Bolmong I Wayan Putra Jaya setuju dengan perlunya penindakan hukum, terutama razia sajam dan miras.
Menurutnya rencana untuk membangun Polres di empat wilayah di Bolaang Mongondow Raya (BMR) merupakan langkah
jitu menangani konflik.
Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow beberapa waktu lalu menduga ada provokator yang coba membangkitkan luka lama di wilayah Dumoga.
Provokator ini memanfaatkan situasi politik yang memanas jelang pelantikan presiden.
"Wilayah dumoga sangat heterogen, ada orang Mongondow, Minahasa, Bali hingga Jawa disana, jadi saya imbau masyarakat
jangan terpengaruh dengan isu yang memecah belah persatuan dan kesatuan," kata dia. (art)
Berita Populer
Baca: Tahu Putrinya Hamil, Pria Ini Desak Sang Anak Cari Pacar, Padahal Lagi Ngandung Anak Bapak Kandung
Baca: Gadis SMA Ini Sering Curhat ke Kakak Malah Berakhir Hamil
Baca: Heboh, Mayat yang Sudah Dikuburkan Kembali Pulang ke Rumah, Gegerkan Warga, Begini Faktanya
Baca: Ini Kata Pengamat soal Rencana Presiden Keluarkan Perppu KPK: Harus Persetujuan DPR RI
Baca: FIFA Beri Sanksi ke PSSI, Terkait Kisruh Timnas Indonesia Vs Malaysia di SUGBK
Baca: Inilah 7 Budaya Gorontalo Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Takbenda, Upia Karanji hingga Ilabo
Baca: Berprestasi, 3 Anak Mantan Presiden Indonesia, Bakal Ditarik Jokowi jadi Menteri, Ini Sosoknya
Baca: Satu Pelatih Manchester United yang Lebih Jelek dari Ole Gunnar Solskjaer
Baca: Dalam 10 Hari, Arab Saudi Kedatangan Sampai 24 Ribu Wisatawan, Perekonomian di Sektor Pariwisata
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/anak-anak-trauma-dan-tak-sekolah-stop-tarkam-di-dumoga-545.jpg)