NEWS

Cerita Pemuda 20 Tahun, Sukses Jadi Prajurit TNI, Sempat Gagal Lima Kali Tes Karena Ada Masalah Gigi

Kisah seorang pemuda 20 tahun yang lolos menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sempat lima kali gagal saat mengikuti tes.

Cerita Pemuda 20 Tahun, Sukses Jadi Prajurit TNI, Sempat Gagal Lima Kali Tes Karena Ada Masalah Gigi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SEPTI DWISABRINA
Prada Aris Ardianto bersama kedua orang tuanya saat perhelatan HUT TNI ke 74 di Aula Kodam XII/Tanjungpura, Kubu Raya, Kalbar, Sabtu (5/10/2019) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kisah seorang pemuda 20 tahun yang lolos menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sempat lima kali gagal saat mengikuti tes.

Namanya Aris Ardianto. Orangtua Prada Aris Ardianto, Muslih (51) dan Suratinah (58) tak pernah menyangka anak laki-lakinya berhasil lolos menjadi prajurit.

Terlatih memiliki semangat juang yang tinggi ini membuat Prada Aris Ardianto (20) tak menyerah meski sudah mengalami kegagalan sebanyak lima kali untuk menjadi abdi negara.

Anak kedua dari pasangan Muslih dan Suratinah ini menceritakan langkah demi langkah perjalananya hingga bisa berada di fase saat ini

Menurutnya, roda kehidupan tak selamanya mulus, seperti air yang terus mengalir. Banyak perjuangan serta pengorbanan yang harus ia lalui bersama kedua orang tuanya.

Awalnya, ia harus merasakan fase gagal saat menjalani tes kesehatan. Yang menyebabkan ia gagal adalah adanya permasalahan di bagian giginya sehingga harus beberapa kali pergi ke dokter untuk memastikan kesehatan giginya.

Kemudian, ia mencoba dan mencoba kembali mengikuti tes abdi negara tersebut. Lagi dan lagi pil pahit harus ia terima, karena tim dari pusat menyatakan perjuangannya harus terhenti.

Baca: Jangan Berbohong pada Anak Jika Tak Ingin Mereka Jadi Pembohong Saat Dewasa

Baca: INFO PENTING! Bagi Pengguna Smartphone, Ini Daftar Ponsel yang tak Bisa Lagi Pakai WhatsApp

Baca: Rusia Punya Empat Pesawat Pembom Yang Paling Berbahaya, Peningkatan Dalam Sistem Rudal dan Amunisi

Facebook Tribun Manado :

"Ketika merasakan kegagalan itu, saya rasa putus asa dan susah tidur memikirkannya. Namun semua rasa gelisah itu terbayarkan sudah," ungkapnya bersyukur, Sabtu (5/10/2019).

Saat ditemui Tribun Pontianak, ia menuturkan sedari kecil memang bercita-cita menjadi prajurit TNI. Kedua orang tuanya selalu mendukung serta memberikan dorongan kuat kepadanya.

"Alasan terkuat saya adalah orangtua. Saya ingin membahagiakan mereka. Dan ingin menaikkan haji kedua orang tua saya," ujarnya dengan tekad kuat.

Halaman
1234
Editor: Handhika Dawangi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved