Breaking News
Senin, 18 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sains

Sejarah Panjang Ganja, dari Obat Anestesi Hingga Simbol Budaya Hippie

Sebelum digunakan sebagai narkoba, ganja punya sejarah yang panjang. Eksistensinya sudah tersebar di berbagai wilayah dunia

Tayang:
Editor: Finneke Wolajan
(iStockphoto)
Ganja 

Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman dan kepemilikan serta penggunaan ganja, di Provinsi Aceh, daun ganja menjadi komponen masakan yang umum disajikan.

Daun ini kerap dijadikan sayur dan campuran sambal.

Berdasarkan data BNN, selain Aceh, ganja juga ditanam secara ilegal di beberapa provinsi lainnya.

Seperti Jambi, Bengkulu, Kalimantan, hingga Papua.

Dari Asia hingga Eropa

Tanaman ganja dipercaya pertama kali berevolusi di stepa Asia Tengah, khususnya di daerah yang kini dikenal sebagai Mongolia dan Siberia selatan.

Dari buku berjudul “Marihuana: The First Twelve Thousand Years” keluaran Springer (1980) diketahui bahwa sejak dulu, ganja telah dibudidayakan oleh manusia.

“Ganja mungkin berkembang di tempat pembuangan yang kaya nutrisi dari pemburu prasejarah dan pengumpul,” tutur Barney dalam jurnalnya.

Biji ganja yang dibakar juga ditamukan dalam gundukan pemakaman di Siberia, disinyalir pada 3.000 SM.

Di Xinjiang, China, ganja psikoaktif ditemukan di beberapa makam orang-orang mulia.

Di China, ganja pertama kali dimanfaatkan sebagai obat adalah pada 4.000 SM.

Ramuan ganja digunakan sebagai anestesi selama operasi.

Dari China, orang pesisir membawa ganja ke Korea.

Berdasarkan buku “The Archaeology of Korea” keluaran Cambridge University Press (1993), ganja tiba di Asia Selatan antara tahun 2.000-1.000 SM ketika wilayah tersebut diserang oleh Bangsa Arya (Indo-Eropa).

Dari Asia Selatan, Bangsa Arya membawa ganja masuk ke Timur Tengah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved