News

Pusat Kuliner ‘Food Street Koenya-Koenya’ Ditutup, Makawata : Sangat Disayangkan

‘Food Street Koenya-koenya’ yang merupakan slaah satu wisata kuliner di Manado resmi beberapa hari lalu resmi ditutup.

Pusat Kuliner ‘Food Street Koenya-Koenya’ Ditutup, Makawata : Sangat Disayangkan
Siti Nurjanah/tribun manado
Koenya-Koenya pada malam hari sebelum pusat kuliner tersebut ditutup. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - ‘Food Street Koenya-koenya’ yang merupakan slaah satu wisata kuliner di Manado resmi beberapa hari lalu resmi ditutup.

Belum diketahui alasan penutupan lokasi kuliner yang berada di Jalan S. Parman, Kawasan Pecinan, Manado.

Sebagi informasi, wisata kuliner tersebut merupakan besutan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) dan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) ini.

Berbagai kalangan sangat menyayangkan penutupan tempat kuliner ‘Food Street Koenya - koenya’.

Bahkan penutupan wisata kuliner tersebut mendapat perhatian dari anggota DPRD Manado, Ronny Jonas Makawata.

Ia sangat menyayangkan atas ditutupnya kuliner foodstreet Koenya-koenya tersebut.

“Sayang sekali kalau harus ditutup, itu aset baru bagi destinasi pariwisata di Kota Manado, apalagi melibatkan langsung warga Manado di dalamnya. Jadi saya prihatin atas ditutupnya tempat itu,” ucap legislator PDI Perjuangan, Minggu (6/10/2019).

Awalnya, Ia berharap ‘koenya-koenya’ semakin berkembang dan mendapatkan kepercayaan penuh dari masyarakat sebagai tempat wisata kuliner yang diakui oleh tamu dari luar daerah.

“Intinya, sangat disayangkan. Kalau sudah ditutup, sia-sia semua usaha promosi yang dilakukan oleh pemerintah baik kota maupun provinsi untuk mendapatkan kunjungan dari para turis," ucapnya.

Legislator Dapil Singkil-Mapanget menambahkan, 'Koenya-Koenya' telah mendapatkan dukungan langsung dari Kementrian Pariwisata (kemenpar) untuk mendorong perkembangan pariwisata di Kota Manado.

“Semua jajanan khas Sulut ada disana. Ditambah tempat itu hanya dibuka khusus malam hari. Memang suasana yang baru bagi Pariwisata Manado," jelasnya.
Oleh karena itu, Ia mengimbau kepada pemkot untuk segera memikirkan langkah ke depan untuk menggantikan peran dari wisata kuliner 'Koenya-Koenya' yang telah hilang.

“Yang pasti kami sangat menyesali tempat yang berpotensi itu sudah ditutup. Supaya tetap terjaga destinasi wisata kuliner di Kota Manado, pemkot harus segera memikirkan penggantinya atau mencarikan alternatif lain untuk lara pedagang di situ," bebernya. (ana)

Berita Populer

Baca: Wanita 28 Tahun Mulas Diantar Suami ke Poskesdes, di Tengah Jalan Tak Tahan, Rebahan di Rerumputan

Baca: Nagita Slavina Buat Kekasih Afgan Nangis, Rossa Tak Segan Puji Istri Raffi Ahmad

Baca: INFORMASI Terbaru Mengenai Mayat Wanita Dalam Karung, Tim Forensik Temukan Tanda-Tanda Kekerasan

Baca: Bible Camp Sekami Paroki MRD, Defy Beri Katakese Sakramen Pengurapan Orang Sakit

Baca: Saat Teman Suami Masuk Kamar, Ibu Muda Ini Malah Bersikap Tenang Sampai Pelaku Ngos-ngosan

Baca: Kusuma Youth Competition Akan Dibuat di Paroki Guaan, Ini Agenda Kegiatannya

Penulis: Siti Nurjanah
Editor: Maickel_Karundeng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved