News

Pasca Kerusuhan Wamena, Warga Manado Ingin Keluar dari Papua

Sementara itu Tim Pemkab Minahasa saat tiba di Sentani langsung menuju lokasi pengungsian di BTN Dunlop Sentani dan Kihiran Sentani.

Pasca Kerusuhan Wamena, Warga Manado Ingin Keluar dari Papua
Istimewa
Pasca Kerusuhan Wamena, Warga Manado Ingin Keluar dari Papua 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepedulian Pemerintah Kabupaten Minahasa terhadap warga Minahasa pengungsi di Wamena, Papua dibuktikan Bupati Minahasa Royke Octavian Roring dan Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey dengan mengirimkan bantuan lewat Kepala Dinas Sosial,

Royke Kaloh dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Johanes Pesik.

Bupati Minahasa Royke Octavian Roring menyampaikan bahwa, bantuan Pemerintah Kabupaten Minahasa lewat Kepala Dinas Sosial Royke Kaloh dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana, Johanes Pesik telah tiba di Sentani, Kabupaten Papua dan mereka sudah berkomunikasi dengan saudara saudara kita yang ada di pengungsian.

”Demikian juga dengan kerukunan keluarga kawanua disana, apa yang saudara saudara kita harapkan disana tentunya akan di respon oleh pemerintah kabupaten yang ditopang penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Bupati saat dikonfirmasi, Minggu (6/10/2019).

Dilanjutkannya lagi, semoga tidak ada lagi hal-hal yang mengkuatirkan bagi saudara saudara kita disana, sebab respon masyarakat di Papua secara umum menjamin keamanan mereka termasuk pihak aparat, baik TNI maupun Polri dan juga ditopang penuh oleh kerukunan keluarga kawanua.

”Kami berharap kepada keluarga-keluarga disana kalaupun ada yang akan pulang atau tetap disana tentu kita akan menjawab apa yang mereka harapkan,” ungkapnya.

Sementara itu Tim Pemkab Minahasa saat tiba di Sentani langsung menuju lokasi pengungsian di BTN Dunlop Sentani dan Kihiran Sentani.

Adapun Jumlah data pengungsi warga Sulawesi Utara di wamena sebanyak 835.

Dari dialog yang dilakukan dengan pengungsi asal Sulut bahwa yang dibutuhkan adalah bagaimana caranya para pengungsi di Wamena untuk keluar dikarenakan banyaknya warga pengungsi.

"Untuk makanan dan pakaian tidak menjadi masalah namun keinginan warga untuk pulang ke Manado sangat besar karena merasa tidak kondusif lagi untuk tinggal di Wamena," ujar Kadis Sosial Royke Kaloh.

Disamping pengungsi yang dipenampungan ada juga pengungsi yang ditampung oleh keluarga masing-masing bahkan ada yang sudah melanjutkan perjalanan pulang ke Manado. 

Berita Populer

Baca: Wanita 28 Tahun Mulas Diantar Suami ke Poskesdes, di Tengah Jalan Tak Tahan, Rebahan di Rerumputan

Baca: Nagita Slavina Buat Kekasih Afgan Nangis, Rossa Tak Segan Puji Istri Raffi Ahmad

Baca: INFORMASI Terbaru Mengenai Mayat Wanita Dalam Karung, Tim Forensik Temukan Tanda-Tanda Kekerasan

Baca: Bible Camp Sekami Paroki MRD, Defy Beri Katakese Sakramen Pengurapan Orang Sakit

Baca: Saat Teman Suami Masuk Kamar, Ibu Muda Ini Malah Bersikap Tenang Sampai Pelaku Ngos-ngosan

Baca: Kusuma Youth Competition Akan Dibuat di Paroki Guaan, Ini Agenda Kegiatannya

Penulis: Andreas Ruauw
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved