Unsrat Usulkan Ibu Kota Negara Gunakan Energi Angin
Sulawesi Utara ambil bagian pada Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara (IKN) di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Sulawesi Utara ambil bagian pada Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara (IKN) di Balikpapan, Kalimantan Timur. Akademisi Universitas Sam Ratulangi Dr Veronica Kumurur bersama tim telah menyiapkan dua konsep kolaborasi smart city (kota pintar) dan green city (kota ramah lingkungan).
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) resmi meluncurkan Sayembara Gagasan Desain Kawasan IKN pada Rabu (2/10/2019). Tujuan dari sayembara untuk memperoleh berbagai ide atau gagasan desain kawasan melalui partisipasi luas bagi seluruh masyarakat.
Baca: Demo, Musik dan Cinta
Desain kawasan ibu kota negara juga diharapkan dapat mewujudkan secara maksimal tiga kriteria utama dalam menuju visi ibu kota negara yang berjangka panjang. Sayembara tersebut akan mendapatkan penilaian dari 13 juri profesional dan berpengalaman, salah satunya yaitu Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil yang merupakan praktisi arsitek dan desain urban.
Dosen Fakultas Teknik Unsrat ini mengaku tertarik dan siap ikut sayembara. "Tim sudah ada, kita dikasih waktu untuk koordinasi, tim solid akan berpikir konsep desain ibu kota," kata dia kepada tribunmanado.co.id, Jumat (4/10/2019).
Ia menargetkan, Oktober 2019 ini konsep mereka akan siap disayembarakan. "Soal menang atau belum nanti urusan belakangan, kita ajukan konsep," ungkap pengamat tata kota ini, Jumat kemarin. Secara umum, konsep desain ibu kota yang disiapkan tim yakni suistanable city atau pembangunan kota yang berkelanjuntan.
Ada dua jenis konsep kolaborasi yang coba ia sodorkan, yakni smart city dan green city. "Dua konsep ini tidak sama tapi bisa diaplikasikan bersama-sama," ujar dia. Smart City dalam hal pemanfaatan informasi atau teknologi pakai. Kota yang menggunakan teknologi informasi (TI) agar lebih modern dan efisien.
Sementara green city lebih ke membangun perilaku penduduk kota bahwa dalam pelaksanaannya berwawasan lingkungan. "Penduduknya punya pengetahuan tentang lingkungan, pemerintah juga pro terhadap keberlanjutan lingkungan hidup," ungkap dia.
Green city bukan sekadar kotanya hijau dengan pepohonan, tapi filosifinya penduduknya berlaku hijau. Bahkan kota itu didukung penggunaan energi yang terbarukan semisal energi angin. Pertimbangan lainnya, desain tata kota harus juga mempertimbangkan perubahan iklim dan risiko bencana. Konsep ini akan dimatangkan beberapa waktu ke depan untuk menjajal sayembara desai Ibu Kota Indonesia.
Baca: Minta Perlindungan Australia: Ini Kekhawatiran Veronica Koman
Wali Kota Tomohon Jimmy Eman mengatakan, konsep smart city di Kota Tomohon dibuat setelah bangunan sudah ada. Itu beda dengan calon ibu kota baru yang belum dibangun bangunannya. "Pemahaman kami semua harus komprehensif. Harus ada kajian-kajian," katanya.
Ia mengatakan ibu kota baru harus menjadi kota masa depan. Semua hal harus diperhatikan. "Misalnya perhatikan kebersihan juga air bersih. Juga perhatikan kepadatan penduduk dan hal yang lain," ujarnya.
Sebagai wali kota yang mengaku bukan latar belakang insinyur, ia mengatakan, memerhatikan energi terbarukan. Di tahun 2025, bisa menggunakan energi surya. "Konsep smart and green city harus dalam jangka panjang. Kota harus dibangun untuk perencanaan 50 tahun sampai 100 tahun ke depan," katanya.
Kementerian PUPR akan memberikan penghargaan berupa hadiah total senilai Rp 5 miliar dengan rincian juara satu Rp 2 miliar, juara dua Rp 1,25 miliar, juara tiga Rp 1 miliar, juara harapan satu Rp 500 juta, dan juara harapan dua Rp 250 juta. Keterangan lengkap mengenai sayembara tersebut dapat diakses di alamat situs sayembaraikn.pu.go.id.
Jadi juri
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil jadi satu dari sembilan juri sayembara desain ibu kota. Ridwan mengatakan, tak mengetahui apa alasan pemerintah pusat menunjuk dirinya sebagai juri. Namun, ia mengaku siap membantu pemerintah pusat untuk mencari desain terbaik ibu kota baru.
"Enggak tahu di telepon saja, ya siap penugasan ini melalui PUPR. Jurinya katanya ada sembilan orang tapi enggak tahu (siapa saja). Kalau yang gubernur baru saya mungkin karena profesi," kata Emil, sapaan akrabnya, saat ditemui di Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kamis (3/10/2019).
Secara teknis, ia menjelaskan, desain ibu kota baru harus menyerap konsep ibu kota terbaik di dunia. Salah satu yang paling penting, kata Emil, ibu kota baru harus berkonsep humanis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pengamat-tata-kota-0154841.jpg)