Waskita Akan Jual Dua Tol ke Konglomerat Hong Kong

Anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Waskita Toll Road (WTR) akan mengumumkan divestasi dua ruas jalan tol miliknya.

Waskita Akan Jual Dua Tol ke Konglomerat Hong Kong
kompas.com
Jalan tol PT Waskita Toll Road 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Waskita Toll Road (WTR) akan mengumumkan divestasi dua ruas jalan tol miliknya. Investor yang akan mengakuisisi dua jalan tol tersebut adalah grup konglomerat dari Hong Kong, yaitu Road King Infrastructure (RKI) Group.

RKI Group akan membeli saham dua ruas tol WTR, yaitu Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono. Adapun investasi dari pelepasan saham jalan tol ini bernilai lebih dari Rp 2 triliun. WTR mendekap 40% saham di kedua ruas tersebut.

Baca: Man United vs Arsenal: Jangan Pecat Ole!

Direktur Utama WTR Herwidiakto mengatakan, pihaknya tengah menuntaskan syarat penandatanganan hasil penjualan dua ruas tol yang akan dilangsungkan Senin (30/9). "Angkanya sudah deal. Namun kami masih membahas syarat-syarat Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB)," kata Herwidiakto kepada KONTAN, Jumat (27/9).

Menurutnya, masih ada beberapa hal yang masih tahap negosiasi, terkait klaim pajak dan lainnya. Calon investor meminta hal itu ditanggung Waskita. "Tinggal apakah kami mau terima tanggungan  dan risiko lain yang timbul sesaat setelah akuisisi itu," ungkap dia.

Sejatinya, Waskita Toll Road berencana melepas lima jalan tol yang dikelolanya saat ini. Namun, Herwi, begitu biasa disapa, menyatakan, tiga ruas lainnya tidak ditargetkan akan dijual tahun ini.  "Target tahun ini tidak muluk-muluk, lepas dua dulu. Tiga lainnya di tahun depan," ujarnya.

Ketiga ruas itu yakni Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, dan Pasuruan-Probolinggo.  Waskita Toll Road memproyeksikan dapat mengumpulkan dana Rp 7 triliun-Rp 8 triliun dari penjualan saham tiga ruas tol tersebut.

Manajemen WTR menyatakan, siapa pun calon investor memiliki kesempatan sama, termasuk asing. "Kami terbuka pada siapa saja asal memiliki non-disclosure agreement (NDA)," jelas Herwi.

Baca: 9 Tuntutan yang Akan Disampaikan dalam Aksi Gejayan Memanggil pada Senin Besok di Yogyakarta

Saat ini, ada beberapa calon investor yang sedang mengkaji tiga ruas itu. "Astra Infra dan Jasa Marga masih proses mengkaji," ungkap Herwi.

Astra Infra kemungkinan membidik ruas tol Kanci-Pejagan karena dekat dengan tol Cipali. "Railing-nya begitu," jelas Herwi. Cuma, penilaian tersebut belum pasti lantaran penawaran tiga ruas tol tersebut baru dibuka tahun depan.

Grup Astra lewat PT Astra Tol Nusantara (Astra Infra) sudah memastikan menambah kepemilikan tol Cipali yang dilepas Plus Internatioanl Berhard (UEM Group). "Sekiranya di sekitar aset ini berkembang dan bermunculan peluang bisnis baru, kami akan secara komprehensif menganalisa peluang tersebut," kata Kris Ade Sudiyono, CEO Toll Road Business Group Astra Infra kepada KONTAN, Selasa (24/9).

Baca: Cap Tikus Rasa Kopi Tembus Pasar Global

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved