NEWS

Siswi SMP Ini Dikeluarkan Dari Sekolah Karena Sudah Berbadan Dua, Padahal Dia Adalah Korban

Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri korban pemerkosaan dikeluarkan oleh pihak sekolah.

Siswi SMP Ini Dikeluarkan Dari Sekolah Karena Sudah Berbadan Dua, Padahal Dia Adalah Korban
Pos Kupang/Dion Kota
Anggota DPRD Kabupaten TTS, Hendrik Babys sedang berbincang dengan korban pemerkosaan dan ibunya. POS-KUPANG.COM/Dion Kota 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri korban pemerkosaan dikeluarkan oleh pihak sekolah.

Alasannya karena siswa tersebut telah melanggar etika dan norma.

Siswi 13 tahun itu sebut saja mawar (nama samaran) menjadi korban pemerkosaan.

Dia kini sudah hamil enam bulan. Karena hal itu dia kemudian dikeluarkan dari salah satu SMP negeri di wilayah Amanuban Barat NTT.

Padahal, posisi Mawar adalah korban yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan pendampingan dari pihak sekolah.

Namun secara sepihak dikeluarkan oleh pihak sekolah.

Ibu korban yang ditemui pos-kupang.com, Senin (30/9/2019) mengaku sangat kecewa dengan keputusan pihak sekolah tersebut.

Baca: Luar Biasa, Sampah Plastik Dijadikan Bahan Bakar Alternatif dan Paving Block

Baca: Kelaparan, Nenek 75 Tahun Jual 3 Sendok untuk Beli Beras: Saya Tidak Punya Uang

Baca: Ini Perbandingan Spesifikasi Samsung Galaxy A70s dan Samsung Galaxy A70

Facebook Tribun Manado :

Ia mengatakan, masih menginginkan anaknya untuk bersekolah guna mengejar cita-citanya.

Namun dengan keputusan sepihak sekolah tersebut telah membuat dirinya sangat kecewa.

"Pak kepala sekolah bilang anak saya sudah dikeluarkan dari sekolah. Tidak lama berselang, dari sekolah antar surat kalau anak saya dikembalikan ke keluarga karena melanggar norma dan etika. Kakak saya sedih lihat anak saya tidak sekolah lagi," ungkap ibu korban.

Halaman
123
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved