NEWS

Menteri Sudah Larang Siswa Berunjuk Rasa, Sampaikan Edaran Kepada Kepala Daerah dan Dinas Pendidikan

Pelajar sudah dilarang untuk ikut turun ke jalan berunjuk rasa. Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Menteri Sudah Larang Siswa Berunjuk Rasa, Sampaikan Edaran Kepada Kepala Daerah dan Dinas Pendidikan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi memenuhi jalan di sekitar gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (24/9/2019). Demonstrasi tersebut lanjutan dari aksi sebelumnya yang menolak revisi UU KPK, RKUHP, RUU Pertanahan, dan Minerba. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pelajar sudah dilarang untuk ikut turun ke jalan berunjuk rasa. Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Larangan tersebut disampaikan dalam surat edaran nomor 9 tentang pencegahan keterlibatan peserta didik dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi kekerasan, sekaligus mencegah terulangnya demo pelajar SMK yang diwarnai bentrok melawan polisi, Rabu (25/9/2019) silam.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait larangan kepada siswa/i untuk ikut demo atau unjuk rasa.

Surat Edaran tersebut tertuju kepada gubernur, bupati/wali kota serta kepada dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

"Meminta agar para pelajar tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan menyesatkan. Juga melarang siapa pun untuk melibatkan peserta didik dalam kegiatan unjuk rasa yang berpotensi pada tindakan kekerasan, kekacauan, dan perusakan," demikian surat edaran Mendikbud.

Surat edaran ditandatangani Mendikbud pada 27 September 2019 itu memuat larangan pelibatan peserta didik dalam kegiatan unjuk rasa yang berpotensi pada tindakan kekerasan, kekacauan, dan perusakan.

Mendikbud mengeluarkan SE tersebut terkait adanya isu demo besar pada Senin (30/9/2019) hari ini, dan sekaligus bertujuan agar menghindari terulangnya kejadian demo seperti pada Rabu (25/9/2019) yang melibatkan pelajar.

Baca: Tak Hanya 3000 Personel, TNI Akan Tambah Pasukan Pengamanan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

Baca: Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Paripurna Terakhir DPR RI, Polisi Siapkan 20.500 Personel

Baca: Seorang Polisi dan Tiga Warga Kena Tembak, Tarkam Tambun Vs Dumoga

Facebook Tribun Manado :

Mendikbud ingin pengawas sekolah, kepala sekolah dan guru untuk memantau dan mengawasi serta menjaga keamanan dan keselamatan peserta didik di dalam dan di luar lingkungan sekolah.

Mendikbud meminta agar pihak sekolah menjalin kerja sama dan membangun komunikasi yang harmonis dengan orang tua/wali untuk memastikan putera/puterinya mengikuti proses pembelajaran sesuai ketentuan. (*)

Demo DPR

Halaman
1234
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved