Breaking News:

Ketua MK Sebut Mahasiswa Mendahului Tuhan

Sidang perdana terkait gugatan pengesahan revisi Undang-undang KPK digelar di Mahkamah Konstitusi (MK). Sebanyak 18 mahasiswa

RYANA ARYADITA UMASUGI
Persidangan di Mahkamah Konstitusi, Rabu (7/8/2019) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sidang perdana terkait gugatan pengesahan revisi Undang-undang KPK digelar di Mahkamah Konstitusi (MK). Sebanyak 18 mahasiswa mengajukan gugatan tersebut.

Dalam gugatan formil mereka mengkritisi adanya kejanggalan saat pengambilan suara ketika UU KPK disahkan oleh anggota DPR pada Selasa (17/9).

Baca: Anggota DPR dan DPD RI Mendapat Uang Pensiun Seumur Hidup

Majelis hakim menanyakan kerugian konstitusional apa yang dialami para pemohon dari berbagai universitas tersebut sehingga mengajukan uji materi.

"Yang Pokok, apa kerugian dari para pemohon? Hak konstitusi apa yang merasa dirugikan akibat berlakunya ketentuan yang mengikat. Itu harus diuraikan," ujar hakim Enny Nurbaningsih di ruang sidang MK, Jakarta, Senin(30/9).

Tidak hanya itu, Enny juga meminta para pemohon membaca kembali dan memperjelas uji materi yang mereka ajukan. Bahkan soal data diri para pemohon turut disoroti karena dinilai belum lengkap.

Ketua MK Anwar Usman menilai gugatan yang diajukan 18 mahasiswa tersebut mendahului Tuhan. Alasannya, objek gugatan yang belum mendapat nomor dari Kementerian Hukum dan HAM.

"Ini mas Zicko mendahului Tuhan ini," kata Anwar Usman.

Baca: Rusuh Wamena Bukan Konflik Etnis: Wiranto Sebut Ulah OPM dan Benny Wenda

Oleh karena itu, Majelis Hakim MK meminta pemohon memperbaiki dokumen gugatannya dengan mengisi nomor undang-undang yang hendak diuji. Tenggat yang diberikan untuk menyampaikan perbaikan gugatan ialah Senin 14 Oktober 2019.

Merespon beragam koreksian itu, Kuasa Pemohon Zico Leonard menjawab bakal segera memperbaiki permohonan sesuai dengan waktu yang disediakan yakni paling lambat dua minggu ke depan.

Dia mengakui memang terburu-buru mengajukan uji materi agar sidang putusan MK bisa didapatkan sebelum pelantikan pimpinan KPK yang baru di Desember 2019 nanti.
"Saya memasukkan terburu-buru hanya karena kami khawatir sidang tidak diputus sebelum Desember karena Desember kan dilantik jadi kami segera mengajukan," kata Zico.

Halaman
12
Penulis: Tim Tribun Manado
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved