Breaking News
Kamis, 11 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

Mahathir Kritik Indonesia Terkait Kebakaran Hutan dan Lahan, Begini Respons Wapres Jusuf Kalla

Mahathir menilai dunia memang bisa mengkritisi Indonesia, tetapi tidak bisa melakukan tekanan.

Tayang:
TRIBUN TIMUR/AS KAMBIE
Wapres RI, Jusuf Kalla atau JK di Markas Besar PBB, Manhattan, New York, AS, Senin (23/9/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Wapres Jusuf Kalla menerima kritik dari Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Isu bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Ia melontarkan kritiknya terkait penanganan yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam mengatasi bencana tersebut.

Mahathir menilai dunia memang bisa mengkritisi Indonesia, tetapi tidak bisa melakukan tekanan.

Kabut asap dampak dari karhutla di Indonesia sempat menyelimuti wilayah Malaysia.

Masyarakat Malaysia pun mengeluhkan kualitas udara di negararanya memburuk akibat kabut asap.

Mahathir pun membandingkan kasus yang terjadi di Indonesia dengan karhutla di Amazon, Brazil.

Baca: Ranking UFC Conor McGregor Terjun Bebas, Digeser Petarung Perempuan

Baca: Benny Wenda Ternyata Hadir di Sidang Umum PBB, Kesaksian Mantan Tokoh OPM: Topik Sudah Kedaluwarsa

Baca: Ayah Briptu Nofrianto Mona Tiba di Ruang Jenazah Rumah Sakit Bhayangkara

FOLLOW FACEBOOK TRIBUN MANADO

Dikutip dari laman New Strait Times, Jumat (27/9/2019), ia menyampaikan hal itu saat menghadiri dialog 'World Leaders Forum' di Columbia University, New York, Amerika Serikat (AS).

"Presiden Brazil yang baru, tak mempermasalahkan pembakaran hutan untuk pertanian dan tak ada yang bisa menghentikannya, saya pikir sistem tidak mengizinkan kita untuk mencampuri urusan dalam negeri di negara lain," kata Mahathir.

Ia kemyudian membandingkan dengan yang terjadi di Indonesia.

Meski dikritik seperti apapun, karhutla di Indonesia menurutnya akan tetap ada karena peristiwanya terus berulang.

"Anda bisa menyalahkan Indonesia, anda bisa mengkritik mereka, tapi kebakaran itu akan tetap ada," tegas Mahathir.

Pernyataan tersebut merupakan jawabannya atas pertanyaan mengenai sanksi ekonomi yang bisa diterapkan kepada Indonesia.

Menanggapi apa yang disampaikan PM Mahathir, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sedang memimpin delegasi Indonesia dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, AS pun menjawab diplomatis.

Baca: Penyebab Tewasnya Randi, Mahasiswa yang Demonstrasi di Kendari, Polri Beri Penjelasan Ini

Baca: Khabib Nurmagomedov Berpotensi Dikalahkan oleh Empat Petarung Ini, Simak Ulasan Lengkapnya

Baca: Fahri Hamzah Anggap KPK Gagal Laksanakan Tugas, Ini Balasan Haris Azhar

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved