Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Api Mengamuk: Gedung Gereja hingga Rusa pun Jadi Arang

Kebakaran menjadi momok bagi masyarakat. Sebanyak 3 peristiwa kebakaran berlangsung di Sulawesi Utara, Kamis-Jumat (26-27/9/2019).

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
ISTIMEWA
UPDATE : Kebakaran GMIM Solagratia Kairagi, Kostor Sempat Bersihkan Gereja 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Kebakaran menjadi momok bagi masyarakat. Sebanyak 3 peristiwa kebakaran berlangsung di Sulawesi Utara, Kamis-Jumat (26-27/9/2019). Kebakaran di Taman Wisata Alam (TWA) Tangkoko, Kota Bitung pada Kamis pukul 14.40, 2 rumah depan Bandara Sam Ratulangi Manado Jumat siang dan aksi si jago merah di GMIM Solagratia Kairagi Dua, sore jelang malam kemarin.

Baca: Jajal Penerbangan Manado-Davao: Begini Kata Wagub

Pada peristiwa terakhir, api diduga berasal korsleting listrik. Menurut Julian Rompis –kostor– sebelum kejadian, ia sempat berada di gereja. Ia akan mengatur serta membersihkan gereja untuk ibadah para lansia pukul 16.00.
Sesampainya di rumah, dia mendapatkan informasi dari warga bahwa telah terjadi kebakaran di gereja. Api begitu cepat menjalar dan menghanguskan fasilitas di dalam dan luar gedung gereja.

Kapolsek Mapanget AKP Muhlis membenarkan telah terjadi kebakaran di gedung GMIM Solgratia Kairagi. “Penyebab terjadinya kebakaran belum dipastikan karena untuk sementara menurut informasi oleh pihak gereja adanya korsleting,” kata Kapolsek. Sebanyak 20 unit damkar dari Pemkot Manado dan Provinsi Sulut serta Minahasa Utara dikerahkan dan berhasil memadamkan api.

Pnt Tresje Tendean, jemaat di GMIM Solagratia mengaku terkejut dan khawatir. “Tapi oleh kemurahan Tuhan tidak ada korban jiwa walaupun terbakar semua isi fasilitas di dalam gereja,” katanya. “Untuk ibadah, kita mungkin akan memakai gedung serbaguna dan pendopo yang bisa menampung jemaat pada hari Minggu nanti. Untuk jumlah kerugian berkisar Rp 1 miliar,” ujar dia.

Baca: Sekretaris Fraksi PDI-P: Presiden Tidak Hormati DPR

Masih dari Kota Manado, kebakaran terjadi di depan Bandara Samrat. Diduga api berasal dari tungku. Pantauan tribunmanado.co.id, kebakaran terjadi di kompleks Perumahan PT Angkasa Pura, Lingkungan II, Kelurahan Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget.

Menurut informasi dari saksi Jemmy Kambey (61), tukang ojek, sebelum kejadian, ia sedang memasak lauk pauk menggunakan kayu bakar. Ketika keluar rumah untuk mengantar penumpang ojek, ia lupa mematikan api.
Api begitu cepat menjalar dan menghanguskan 2 rumah dari kayu.

Sance Najoan, tetangga Jemmy, sempat terkejut melihat api sudah membesar. Ia memanggil orang di lokasi kejadian untuk memadamkan api. Beruntung sebanyak 4 unit damkar dari Bandara Samrat, Manado dan Minut berhasil memadamkan api.

Aipda Y Tangke, Angkota Polsek Mapanget membenarkan telah terjadi kebakaran pada 2 rumah. Bekas perumahan milik Angkasa Pura itu sudah lama ditinggalkan dan ditinggali sementara oleh Jemmy.

Dari Kota Bitung, seekor rusa betina ditemukan tinggal arang di tengah hutan kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Tangkoko, Kelurahan Batuputih Bawah, Kecamatan Ranowulu, Jumat kemarin. Rusa itu ditemukan dalam kondisi gosong alias hangus terbakar. Kuat dugaan meninggal akibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Saat ditemukan sudah hangus tubuh bagian bawah sampai kepala. Kemungkikan terjebak saat peristiwa kebakaran," kata Jenly Gawina, Kepala Resort TWA dan Cagar Alam (CA) Tangkoko, BKSDA di Batuputih, kemarin.

Baca: Panglima TNI Peringatkan Penjegal Jokowi

Rusa betina yang ditemukan tak bernyawa saat proses pemadaman karhutla oleh petugas Resort TWA dan CA Tangkoko, Polri, TNI, warga, pemandu wisata, BPBD, Manggala Agni serta relawan.

Menurut Jenly, peristiwa kebakaran di TWA Tangkoko Kamis pukul 14.40.
Petugas mengetahui peristiwa itu di belakang damkar atau biasa disebut warga bak air bersih. Kemudian menyampaikan informasi ke Kantor Resort, puluhan tim gabungan dari berbagai elemen melakukan upaya pemadaman sampai sore hingga malam, tapi api belum bisa ditaklukan. "Ini karena serasak atau bahan di sekitar berupa rumput dan daun kering serta tebal," katanya.

Api nanti padam pada Jumat pukul 12.00. "Setelah kami kembali ke kantor resort usai pemadaman, kembali terjadi di lokasi berbeda. Yang terbakar alang-alang dan semak belukar," ujar Ivan Lamber, relawan. Hingga pukul 15.45, api masih berkobar, terpantau dari kantor resort kepulan asap hitam pekat di udara. (ian/crz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved