Lagi Papua Rusuh
Dipicu Isu Rasis yang Ternyata Hoax, Ratusan Massa Bertindak Brutal hingga Bakar Perkantoran
Aksi anarkis terjadi di Kota Wamena Kabupaten Jayawijaya, Senin 23 September. Ribuan massa bertindak brutal membakar sejumlah kantor pemerintahan
Kepala Bandara Sentani, Antonius Widyo mengungkapkan, enam penerbangan dari Sentani menuju Wamena tidak bisa mendarat dan kembali ke Sentani.
“Pihak Bandara Wamena mengeluarkan surat Cancel, sehingga tidak bisa mendarat,”ujarnya.
Dari enam pesawat, tiga diantaranya sempat landing di Bandara Wamena, namun karena situasi kembali terbang menuju Sentani.
“Sedangkan tiga lagi sudah terbang dari Sentani namun belum mendarat di Wamena , langsung putar balik ke Sentani,”ungkapnya.
Rute penerbangan akan kembali dibuka jika situasi dianggap kondusif. “Melihat perkembangan selanjutnya, kalau sudah aman rute akan dibuka lagi,”kata dia. (Banjir Ambarita)
Loncst
Rumah di sepanjang jalan di Kota Wamena hangus dibakar dalam kerusuhan yang melanda ibu kota Gunung Jayawijaya, Papua, itu, Senin (23/9/2019).
Namun belum dipastikan berapa puluh unit rumah yang terbakar.
Selain rumah, Supermarket Yuda dengan investasi ratusan juta rupiah juga dibakar.
Beruntung, seluruh pegawainya selamat.
"Kami pegawai Yuda selamat. Tapi banyak di antara kami terluka karena lompat dari lantai 2" kata salah seorang pegawai Yuda.
Baca: Jadi Buronan Polisi, Veronica Koman Masih Aktif Unggah Video Kerusuhan Papua di Medsos
Baca: Terkait Kerusuhan Wamena, Polri Antisipasi Tindakan Anarkis Tak Meluas
Seorang warga di Kota Wamena menjelaskan, rumahnya yang berbentuk ruko hangus terbakar dalam kerusuhan itu.
"Kami hanya bawa badan. Sepanjang jalan, rumah-rumah hangus" kata pria bernama Siregar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/papua-rusuh-dipicu-gurugedung-pemerintah-dibakar-dan-terdengar-tembakan.jpg)