Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lagi Papua Rusuh

Dipicu Isu Rasis yang Ternyata Hoax, Ratusan Massa Bertindak Brutal hingga Bakar Perkantoran

Aksi anarkis terjadi di Kota Wamena Kabupaten Jayawijaya, Senin 23 September. Ribuan massa bertindak brutal membakar sejumlah kantor pemerintahan

Editor: Aswin_Lumintang
FACEBOOK
Papua Rusuh Dipicu Guru, Gedung Pemerintah Dibakar dan Terdengar Tembakan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAYAPURA - Aksi anarkis terjadi di Kota Wamena Kabupaten Jayawijaya, Senin 23 September. Ribuan massa bertindak brutal membakar sejumlah kantor pemerintahaan setempat dan rumah warga. Ratusan warga diinformasikan mengungsi ke Markas Polisi dan Tentara.

BREAKING NEWS Wamena Papua Rusuh, Perkataan Ini Diduga Jadi Pemicunya
BREAKING NEWS Wamena Papua Rusuh, Perkataan Ini Diduga Jadi Pemicunya (kompas)

Dari data yang berhasil dihimpun, tindakan anarkis diduga bermula ketika siswa sekolah SMA PGRI Jalan Bhayangkara kota Wamena bergabung dengan masyarakat, jumlah total sekitar 200 orang.

Mereka juga menuju ke sekolah yayasan pendidikan Islam YAPIS Kota Wamena Kabupaten Jayawijaya Wamena dan saat ini terus bergerak dlm bentuk kelompok dan meluas kedalam kota Wamena.

Lalu Pergerakan massa terpecah menjadi beberapa bagian sebagai berikut, kantor bupati sekitar 500 an, massa yg masih bergerak sekitar 200 an ( saat ini masih berada di sekitaran bank Papua, lalu sebagian massa bergerak, mereka sempat membakar roko di sekitar super market Yudha ( Jalan Sapi Darwi).

Sekitar 150 Massa berkumpul perempatan Homhom. 100 orang berkumpul di Jalan Raya Sudirman.
Jumlah 100 orang berkumpul dijalan.

Baca: Papua Rusuh Dipicu Guru, Gedung Pemerintah Dibakar dan Terdengar Tembakan

Baca: Kehidupan Nia Ramadhani Setelah Jadi Istri Konglomerat, Sering ke Luar Negeri & Tolak Tawaran Film

Baca: Gratis, Siloam Manado Ajak Nonton Film 3D Untuk Kenali Kesehatan Otak

Pemelintiran kata keras menjadi kera di Papua
Kantor Bupati Jayawijaya di Jln Yos Sudarso seluruh dilempari massaa sekitra 500 orang dengan batu.

Seluruh aktifitas pertokoan dan sekolah termasuk kantor pemerintah dan swasta lumpuh dan masyarakat memilih mengungsi kebkantor Polres , Kodim dan Koramil.

Kantor Otonom di Jalan Yos Sudarso Wamena juga dibakar massa.

Kapolda Papua, Irjen Pol Rudolf Rodja minta masyarakat tetap tenang dan tak terprovokasi isu yang menyebar di Kota Wamena Kabupaten Jayawijaya.

"Wamena minggu lalu ada isu seorang guru mengeluarkan kata rasis sehingga sebagai bentuk solidaritas mereka melakukan aksi," kata Rudolf, Senin (23/9).

Kapolda juga membenarkan unjuk rasa di Kota Wamena anarkis tetapi sudah dilokalisir oleh Brimob dan Bupati Jayawijaya.

"Bupati juga sudah mendekati massa karena itu hanya isu. Kita juga sudah tanyakan dan kita pastikan tidak ada kata-kata rasis.

Kami harap masyarakat di Wamena dan di tamah Papua tidak mudah untuk terprovokasi isu yang belum tentu kebenarannya," paparnya.

Sebelumnya ada informasi, Seorang Guru di Wamena diduga mengeluarkan kata-kata rasis kepada siswanya. Inilahbyang kemudian memicu warga marah berunjuk rasa.

Penerbangan tujuan ke Wamena ditutup, bahkan 6 penerbangan yang sudah sempat terbang tidak bisa mendarat dan memilihbkembali ke Sentani Jayapura.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved