Berita Terkini
3 Berita Populer Jokowi: Tolak Cabut RUU KPK, Panik Hadapi Gejolak, hingga Didesak Mundur
Presiden Jokowi terlihat panik menghadapi gejolak yang terjadi belakangan ini di Negara Indonesia.
Smoga pemerintah belajar lbh cerdas.
Syamsuddin Haris membuat cuitan di twitter terkait berita di Kompas.com yang menginformasikan Jokowi mengumpulkan menteri, Kapolri, hingga Panglima TNI bahas situasi terkini.
Tuntutan agar Jokowi mundur
Ratusan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) berunjukrasa di depan kampus mereka, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (23/9/2019) siang. Mereka nyaris memblokade ruas Jl Urip Sumoharjo.
Meski demikian, kemacetan panjang tak terelakkan. Ratusan kendaraan dari arah flyover, terjebak kemacetan panjang.
Unjukrasa digelar dengan melakukan aksi bakar ban di tengah badan jalan.
Para pengunjukrasa membentuk barisan simpul dan menutupi dua lajur badan jalan. Baik dari ke arah Jl Perintis Kemerdekaan maupun sebaliknya.
Hanya separuh bahu jalan yang disediakan bagi pengendara.
Akibatnya, kemacetan panjang pun tidak terhindarkan.
Adapun tuntutan pengunjukrasa yang menamakan dirj 'Aliansi Mahasiswa UMI' itu menuntut agar presiden Joko Widodo mundur dari jabatannya.
Seperti tertulis dalam spanduk yang dibentangkan, 'Aliansi Mahasiswa UMI Tumbangkan Rezim Anti Demokrasi'.
'Turunkan Jokowi', 'Save KPK'
Tuntutan agar Jokowi mundur itu adalah buntut dari sejumlah kebijakan yang dianggap tidak pro rakyat dan bertolak belakang dengan prinsip demokrasi.
"Indonesia," teriak orator unjukrasa yang disahuti teriakan pengunjukrasa," Turungkan Jokowi'
"Ada beberapa RUU yang tidak lagi berpihak pada rakyat, seperti RUU Ketenaga kerjaan, Ravisi Undang-Undang KPK yang tidak berpihak pada semangat pemberantasan korupsi dan banyak lagi lainnya," teriak seorang pengunjukrasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/forum-cinta-pancasila-minta-jokowi-revitalisasi-bpip.jpg)