Murid Aniaya Guru
Beraninya Siswa Ini Tampar Gurunya, Tak Mau Ditegur Rapikan Seragam, Orangtua Minta Maaf
Hal tak terduga terjadi. Seorang murid berani sekali menampar seorang guru. Perbuatan tak terpuji itu dilakukan hanya karena masalah sepele.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Hal tak terduga terjadi. Seorang murid berani sekali menampar seorang guru. Perbuatan tak terpuji itu dilakukan hanya karena masalah sepele.
Ini terjadi di Kalimantan Selatan. Seorang guru di SMA Negeri 4 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ditampar muridnya. Penyebab siswa menampar gurunya karena tak terima guru tersebut menegurnya untuk merapikan seragam.
Kepala sekolah SMA Negeri 4 Banjarmasin, Tumiran mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (13/9/2019).
Saat itu, MR datang ke sekolah dengan seragam di luar.
Aliansyah, guru yang juga menjabat sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan itu langsung menegur MR.
MR yang tak terima dengan teguran itu melawan dan secara spontan menampar wajah Aliansyah.
Merasa tak senang dengan perlakuan MR, Aliansyah melakukan visum dan meminta pihak kepolisian dari Polsek Banjarmasin Barat, melakukan mediasi bersama MR dan orangtuanya.
Baca: Prakiraan Cuaca BMKG Untuk Sabtu 21 September 2019, Malam Hari Hujan Lokal Akan Guyur Wilayah Ini
Baca: Cerita Korban Selamat, Sempat Melihat Ada Yang Masih Bernafas Sebelum Akhirnya Meninggal Dunia
Baca: Ditanya Jessica Iskandar Soal Ranjang, Nia Ramadhani Bongkar Soal Kebiasaan hingga Ukuran: Dua Biji
Facebook Tribun Manado :
Melalui mediasi, disepakati kasus tersebut tidak dilanjutkan secara hukum dan disarankan berdamai.
Namun, pihak sekolah memberikan sanksi kepada MR, dengan memindahkan MR ke sekolah lain atas persetujuan pihak sekolah dan orangtua MR disaksikan pihak kepolisian.
Adapun MR dan kedua orangtuanya menyampaikan penyesalan dan minta maaf kepada Aliansyah.
"Mereka juga sudah meminta maaf secara pribadi ke wakil kepala sekolah dan juga meminta maaf kepada seluruh guru-guru lainnya," ucap dia.
Tumiran berharap ada sekolah yang mau menerima MR sebagai siswanya karena MR yang saat ini duduk di kelas 3 sebentar lagi menamatkan pendidikannya sebagai siswa SMA. (Kontributor Banjarmasin, Andi Muhammad Haswar)
Guru Dihajar Pakai Kursi
Berita Lain
Seorang guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Darrusalam, Kecamatan Pontianak Timur, Nuzul Kurniawati menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh muridnya sendiri berinisial NF, Rabu (7/3/2018) sekitar pukul 10.00 WIB.
Baca: Bayi Berusia Tiga Hari Meninggal, Alami Sesak Napas, Batuk dan Demam Tinggi, serta Bibir Menghitam
Baca: Sepeninggalnya Sang Adik, Boy William dan Keluarga Selalu Sama-sama: Hidup Harus Terus Berjalan
Baca: Gagal Lamar Sahila Hisyam, Vicky Prasetyo Mengaku Tak Bisa Hubungi Sang Pujaan Hati
Instagram Tribun Manado :
Peristiwa tersebut terjadi ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung di kelas VIII di SMP tersebut.
Kepala SMP Darussalam, Ahmad Bustomi mengungkapkan, berdasarkan penuturan dari para guru, kejadian tersebut berawal ketika mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di kelas VIII.
Saat pelajaran tengah berlangsung, salah seorang murid NF malah bermain telepon seluler (ponsel).
Guru yang mengajar saat itu sempat menegur NF, namun tak digubris.
Guru tersebut kemudian masuk ke ruang guru sambil menangis.
"Teguran sang guru itu tidak dihiraukan pelaku, mungkin karena kesal tidak dihargai dan sedih, guru itu kemudian masuk kantor guru," ujar Bustomi, Kamis (8/3/2018) siang.
Saat di ruang guru, korban melihat rekan sesama guru itu menangis dan kemudian menuju ruang kelas dengan maksud hendak menenangkan suasana di dalam kelas tersebut.
Korban kemudian menegur NF yang saat itu masih asyik bermain ponsel dan merebut ponsel tersebut dari tangan pelaku.
Tak terima ditegur, NF kemudian memukul korban menggunakan kursi plastik hingga korban sempoyongan.
Ponsel yang dipegang korban saat itu terlepas dan terhempas ke lantai.
Melihat ponselnya terlepas dari pegangan korban, pelaku kemudian mengambilnya lalu melemparkannya ke korban tepat mengenai bagian lehernya.
Kondisi kelas saat itu sepi, karena siswa lainnya ikut keluar begitu guru mata pelajaran mereka keluar.
"Pelaku tidak terima, dan sempat ada adu mulut, mungkin karena kesal kursi plastik tempat duduk dia dipukulkan," ucapnya.
Atas peristiwa tersebut, korban kemudian dibawa ke rumah sakit dan masih menjalani perawatan.
"Pelaku sudah dipanggil dan dikasih nasihat. Pihak keluarga korban juga sudah bertemu dengan pelaku, dan pelaku juga sudah meminta maaf," ungkap Bustomi.
Pihak sekolah, sambung Bustomi sudah melakukan mediasi agar masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan, walau sudah ada laporan masuk ke pihak kepolisian.
Kepala Polsek Pontianak Timur, Komisaris Polisi Hafidz membenarkan terkait adanya laporan penganiayaan murid terhadap seorang guru SMP Darussalam yang masuk ke wilayah hukumnya.
"Memang ada laporan dan saat ini sedang kita tangani," ujar Hafids.
Saat ini korban belum bisa dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan intensif di RS Soedarso.
Korban mengalami cedera di telinga akibat lemparan ponsel dan pukulan kursi yang dilayangkan oleh pelaku. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Lengkap Siswa Tampar Wajah Wakil Kepala Sekolah karena Tak Terima Ditegur Rapikan Seragam" dan di tribunnewsbogor.com dengan judul Tak Terima Ditegur Karena Main Ponsel Di Kelas, Murid Hajar Guru dengan Kursi Hingga Masuk RS
Subscribe YouTube Channel Tribun Manado :
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-tampar-235623w626.jpg)