Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NEWS

Bayi Berusia Tiga Hari Meninggal, Alami Sesak Napas, Batuk dan Demam Tinggi, serta Bibir Menghitam

Terus berjatuhan. Korban meninggal dunia karena asap terus diberitakan. Kabut asap yang terjadi di Riau diketahui telah menelan banyak korban.

Tayang:
Tribun Pekanbaru/Dodi Vladimir
Bibir Menghitam dan Demam, Bayi 3 Bulan di Riau Diduga Tewas Karena Kabut Asap, sang Ayah Tak Kuasa Menahan Air Matanya 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terus berjatuhan. Korban meninggal dunia karena asap terus diberitakan. Kabut asap yang terjadi di Riau diketahui telah menelan banyak korban.

Banyak satwa dilindungi yang mati terpanggang saat kebakaran hutan, hingga burung-burung tewas akibat tebalnya kabut asap.

Saking parahnya kabut asap, tak hanya itu kabut asap disebut-sebut diduga menjadi penyebab salah satu bayi berusia tiga hari meninggal dunia di Riau.

Seperti yang diketahui, kebakaran hutan dan lahan atau karhutla menyebabkan masyarakat resah.

Berdasarkan hasil deteksi hotspot (titik api) BMKG menunjukkan terdapat 57 titik panas yang berpotensi terbakar berkisar 81-100 persen.

Selain itu, ada 53 titik panas yang potensi kebakaran berkisar antara 71-80 persen di 10 kabupaten atau kota hingga Senin (9/9/2019).

Dilansir dari Tribunnews, Kepala Dinas Kesehatan Riau, Yohanes mengatakan bahwa sejak Agustus terakhir, Indeks Standar Pencemaran Udara atau ISPU di wilayah Kalimantan turun naik di angka 400-an.

Baca: Sarung Helm Gunanya Agar Tidak Terkena Debu, Jangan Langsung Disimpan Helm Yang Baru Dipakai

Baca: Ini Daftar Harga Terbaru HP Samsung September 2019, Cek di Sini!

Baca: Klasemen Sementara Liga 1, Persija Masih di Zona Degradasi Setelah Kalah dari Bali United

Facebook Tribun Manado :

Angka tersebut termasuk dalam kategori kualitas udara yang membahayakan.

Akibat peristiwa tersebut, berbagai aktivitas terhambat akibat pencemaran udara yang menimpau Riau dan Kalimantan.

Meski sudah diupayakan supaya api cepat padam, nyatanya kabut asap hingga kini masih terlihat tebal dan terus memakan korban.

Seorang bayi umur 3 hari diduga menjadi salah satu korban dari tebalnya asap kebakaran hutan dan lahan di Riau.

Dilansir dari laman Kompas.com, seorang bayi yang baru berumur 3 hari diduga meninggal akibat asap tebal.

Bayi malang tersebut meninggal dunia dalam perjalanan menuju RS Syarifa Pekanbaru.

Menurut Evan Zebdrato, ayah si bayi, anaknya meninggal setelah mengalami sesak napas, batuk-batuk dan demam tinggi, serta bibir yang menghitam.

Baca: Acara Lamaran Artis Ini Gagal, Penyebabnya Karena Kehadiran Mantan, Dia Tak Bisa Berbuat Apa-Apa

Baca: MULAI Terungkap, Kasus Kematian Seorang Pemuda, Diduga Dikeroyok Polantas Pakai Kerucut Lalu Lintas

Baca: Kisah Seorang Ibu Kesulitan Air Meski Tinggal di Tengah Apartemen, Setiap Hari Beli 25 Galon Air

Instagram Tribun Manado :

"Badannya panas sekali, bibirnya menghitam. Kami cemas sekali dan langsung dibawa ke rumah sakit," kata Evan saat diwawancarai Kompas.com di rumahnya, Kamis (19/9/2019).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved