NEWS

Ditetapkan Tersangka Oleh KPK, Terkait Nasibnya, Imam Nahrawi : Saya Ini Pembantu Pak Presiden

Setelah ditetapkan sebagai tersangka ini yang disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Dia mengatakan menyerahkan nasibnya di kabinet kep

(KOMPAS.com/AJI YK PUTRA)
Menpora Imam Nahrawi saat mengunjungi venue boling di Kompleks Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (31/7/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setelah ditetapkan sebagai tersangka ini yang disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Dia mengatakan menyerahkan nasibnya di kabinet kepada Presiden Joko Widodo.

Dia mengatakan akan bertemu dengan Presiden Jokowi untuk menyerahkan nasibnya karena ia merupakan pembantu presiden.

Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Saya belum tahu seperti apa karena saya harus bertemu dan melapor ke bapak presiden. Untuk itu saya akan menyerahkan nanti kepada bapak presiden karena saya ini pembantu pak presiden," kata Imam di rumah dinasnya di kawasan Widya Chandra, Rabu (18/9/2019).

Imam mengaku belum berkomunikasi dengan Jokowi atas statusnya sebagai tersangka karena ia baru mengetahui penetapannya sebagai tersangka pada Rabu sore tadi.

Kader Partai Kebangkitan Bangsa itu juga mengaku belum membahas statusnya dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

"Belum, belum karena saya juga baru baca kan, baru tahu pengumumannya, tentu sekali lagi yang ingin saya sampaikan ayo bersama-sama kita junjung tinggi praduga tak bersalah," ujar dia.

Baca: Pria Dapat Membuahi Sel Telur Sampai Kapanpun? Belum Tentu, Ini Penjelasan Mengenai Masa Subur Pria

Baca: Menpora Imam Nahrawi Jadi Tersangka Kasus Suap, Begini Harta Kekayaannya Yang Tercatat

Baca: PERINGATAN Dini BMKG Untuk Kamis 19 September 2019, Wilayah Berpotensi Alami Kebakaran Hutan

Facebook Tribun Manado :

Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan Imam dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum, sebagai tersangka dalam kasus dana hibah Kemenpora kepada KONI pada Tahun Anggaran 2018 karena diduga menerima suap senilai Rp 26.500.000.000.

"Total dugaan penerimaan Rp 26.500.000.000 tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018," kata Alex.

Imam dan Miftahul disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jadi Tersangka KPK, Imam Nahrawi Serahkan Nasibnya ke Presiden"

Subscribe YouTube Channel Tribun Manado :

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved