Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jaringan Teroris Bin Laden

Trump Konfirmasi Anggota Teroris Jaringan Osama bin Laden Telah Tewas dalam Operasi Rahasia AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengkonfirmasi bahwa Hamza bin Laden, putra Osama bin Laden telah terbunuh.

Tayang:
Editor: Frandi Piring
WTC dan Osama bin Laden 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Presiden Trump mengonfirmasi anggota teroris Jaringan Osama bin Laden tewas dalam Operasi Rahasia Amerika Serikat.

Tepatnya pada tragedi 11 September 2001 sepertinya tidak akan pernah dilupakan Amerika Serikat.

Dirasakan pihak AS, tragedi itu bisa dibilang salah satu tragedi paling kelam untuk negara Adidaya di dunia tersebut.

Tak heran, walau sudah 18 tahun berlalu, AS sangat sensitif terhadap terorisme. Terutama Osama bin Laden.

Sebab, diduga mantan pemimpin Al Qaeda tersebut disebut sebagai dalang tragedi 9/11.

Sepuluh tahun setelah tragedi 9/11, pasukan khusus Amerika Serikat berhasil menangkap dan menembak mati Osama bin Laden.

Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 2 Mei 2011 di Abbottabad, Pakistan.

Hamza bin Laden.
Hamza bin Laden. (Mirror)

Operasi tersebut sekaligus mengakhiri perburuan terhadap Osama bin Laden yang telah berlangsung selama 10 tahun.

Lalu setelah hampir 18 tahun tragedi 9/11 dan 8 tahun pasca kematian Osama bin Laden, AS kembali mengkonfirmasi kematian putra Osama bin Laden, Hamza.

Baca: Inilah Kronologi Cuitan Dubes Arab Saudi Osamah Tentang Reuni Akbar 212 yang Diprotes PBNU

Dilansir dari foxnews.com pada Minggu (15/9/2019), Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengkonfirmasi bahwa Hamza bin Laden, putra mantan pemimpin Al Qaeda dan dalang 9/11 Osama bin Laden, telah terbunuh.

Sebelumnya, Hamza bin Laden kerap dijuluki dengan sebutan putra mahkota jihad atau pewaris gerakan ekstremisme di masa depan.

Presiden AS Donald Trump hadiri sidang di Kongres
Presiden AS Donald Trump hadiri sidang di Kongres (afp)

Bahkan Washington menawarkan hadiah sebesar 1 juta dollar AS atau sekitar Rp14 miliar untuk informasi yang bisa mengarahkan pada lokasi keberadaan Hamza bin Laden pada Maret 2019.

Namun kini hadiah tersebut tak lagi berguna, sebab, Hamza telah tewas dalam operasi rahasia.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih pada Sabtu (14/9/2019) pagi waktu setempat, tiga hari setelah peringatan 18 tahun teror 11 September, Presiden Trump mengatakan Hamza, seorang anggota tinggi Al Qaeda telah "tewas dalam operasi kontraterorisme Amerika Serikat di Afghanistan / wilayah Pakistan”.

"Tewasnya Hamza bin Laden tidak hanya merampas keterampilan penting kepemimpinan Al Qaeda dan hubungan simbolis dengan ayahnya, tetapi juga melemahkan kegiatan operasional penting kelompok itu," lanjut pernyataan itu.

Baca: Kecelakaan Maut Rombongan Mahasiswa Ibadah Kebaktian: Ini Penyebab, Daftar Korban s/d Kronologinya

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved