Liverpool Kontra Newcastle United: Menguji Kekompakan Salah-Mane
Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp punya tugas tambahan saat timnya menjamu Newcastle United dalam lanjutan Liga Primer Inggris
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp punya tugas tambahan saat timnya menjamu Newcastle United dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Stadion Anfield, Sabtu (14/9). Tidak hanya harus berusaha melanjutkan hasil sempurna di Liga Inggris musim ini, laga ini juga bakal jadi ajang pengujian, terutama kekompakkan Sadio Mane dan Mohammed Salah di lini serang Liverpool.
Baca: Tjahjo Sepakat Tambah Kursi Pimpinan MPR: Semua Fraksi Dapat Jatah
Salah dan Mane sempat bersitegang saat Liverpool menggilas Burnley 3-0 sebelum jeda internasional. Di laga itu Mane sempat terlihat sangat murka karena Salah yang sudah menjadi kawan bermainnya dalam dua musim terakhir, tidak mau mengoper bola kepadanya. Padahal, ia sudah berdiri bebas. Salah justru memaksakan untuk menendang bola, yang kemudian gagal menjadi gol.
Tak lama kemudian, Kloppp justru menarik keluar Mane, menggantinya dengan Divock Origi. Saat itulah pemain asal Senegal itu marah-marah di kursi ganti pemain karena tak terima dengan perilaku Salah. Dalam tayangan kamera, Klopp bahkan harus turun tangan untuk menenangkan mantan pemain Southampton itu.
Insiden kemarahan Mane itu kemudian mendapat banyak perhatian, salah satunya dari legenda Liverpool, Michael Owen. Menurut Owen, kemarahan yang ditunjukkan Mane adalah hal yang wajar sebagai seorang penyerang.
”Saya lihat laga itu dari televisi dan menilai bahwa seharusnya Salah memberikan umpan. Mereka harus punya kesepakatan siapa yang tidak egois dan siapa yang egois jika tidak, Anda tidak akan mencetak gol. Ketika Anda menjadi salah satu dari tiga penyerang dan mempunyai Firmino, penyerang yang paling tidak egois, ia akan memberi rasa nyaman pada semuanya,” kata Owen seperti dikutip Sky Sports.
Baca: Harga bakal Rokok Naik 35 Persen Mulai 1 Januari 2020
Klopp jelas harus bisa meredam situasi ini jika ia tidak mau kemarahan Mane kembali berlanjut dan membuat tim asuhannya kehilangan fokus saat menjamu Newcastle. Jika tidak, The Magpies, julukan Newcastle bisa saja memanfaatkan situasi tersebut untuk mencuri poin di Anfield.
”Ini bukan masalah besar, tapi tentu saja sebagai penyerang, Anda selalu menghadapi masalah ini. Apa yang Anda lakukan tergantung pada situasi. Saya harus meredam masalah ini dan saya yakin tidak ada yang membahas hal ini lagi,” tegas Klopp seperti dikutip Liverpool Echo.
Di sisi lain, Newcastle tentu ingin memancing emosi Mane demi usaha mencuri poin seraya mendongkrak posisi mereka di papan klasemen setelah sempat ditahan tamunya Watford 1-1 pada laga terakhir. Itu jelas tidak mudah, walau tak tak mustahil juga. Tiga tahun lalu Rafael Benitez pernah melakukannya. Ia membawa Jamal Lascelles dkk mencuri poin di Anfield setelah kedua tim bermain imbang 2-2.
Hanya saja ketika itu Klopp belum memiliki Mane dan Salah di timnya.Termasuk Virgil van Dijk, bek yang digadang-gadang bakal menjadi Pemain Terbaik FIFA 2019. Menurut bek asal Belanda itu, ia dan rekan-rekannya bertekad memenangkan setiap laga demi tetap berada di puncak klasemen Liga Inggris.
Apalagi, jadwal sangat padat bakal dirasakan oleh The Reds karena bakal menjalani tujuh laga kompetitif dalam rentang waktu hanya 22 hari, sebelum jeda internasional pada Oktober 2019.
Baca: Jokowi Setuju KPK Bisa Hentikan Penyidikan: Penyadapan Izin Dewan Pengawasan
”Kami ingin terus berjalan - dan kami ingin memenangkan setiap pertandingan yang ada di depan kami sekarang. Ada tujuh pertandingan sebelum jeda internasional berikutnya. Jadi, tujuh kemenangan adalah target,” kata Van Dijk dikutip laman resmi Liverpool.
Live On
Mola TV
Sabtu (14/9) Pukul 18:30 WIB/19:30 WITA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ekspresi-pelatih-liverpool-juergen-klopp.jpg)