Breaking News
Rabu, 13 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Disembah dan Dianggap Titisan Dewa, Dokter Justru Sebut Bocah Ini Terpapar Polusi Udara

Ia dianggap sebagai titisan Dewa Ganesha. Namun, penjelasan dokter justru anak tersebut terkena radiasi polusi.

Tayang:
Editor:
Barcroft TV via GridHealth
Bocah asal India yang dianggap titisan Dewa Ganesha. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bocah asal India ini disembah oleh warga di lingkungan tempat tinggalnya.

Ia dianggap sebagai titisan Dewa Ganesha. Namun, penjelasan dokter justru anak tersebut terkena radiasi polusi.

Bentuk kepala dan wajah bocah asal India ini seperti gajah, namun badannya layak anak pada umumnya.

Lantaran keunikannya tersebut, anak buruh serabutan dengan penghasilan kurang dari Rp 78 ribu per hari ini sering disembah beberapa orang.

Mengutip laman Barcroft TV, Pranshu berasal dari Jalandhar, Punjab, India.

Bocah asal India yang dianggap titisan Dewa Ganesha.
Bocah asal India yang dianggap titisan Dewa Ganesha. (Barcroft TV via GridHealth)

Ia terlahir dengan kondisi medis misterius dengan dahi yang besar, dan mata yang dalam dan sipit mirip gajah.

Menurut Kamlesh, ayah Pranshu, anaknya ini sempat dibawa ke dokter namun mereka tak bisa menyembuhkannya.

"Para dokter gagal menyembuhkannya. Mereka bilang itu karena polusi," ujar sang ayah.

Lantas benarkah polusi dapat menyebabkan kelainan langka pada ank tersebut?

BERITA POPULER:  

Mahasiswa Papua Ini Tolak Rencana Aparat TNI/Polri Menjadikan Anak Papua Sebagai Anak Asuh

Profil Putra BJ Habibie, Ilham Akbar Habibie yang Bangun Gedung Pollux Tertinggi di Indonesia

Instagram Tribun Manado :

Sebuah penelitian dari Cincinnati Children'sHospital Medical Center menjelaskan bahwa wanita yang terpapar polusi udara sebelum konsepsi atau selama bulan pertama kehamilan menghadapi peningkatan risiko anak-anak terlahir cacat, seperti bibir sumbing, jantung tidak normal, dan lainnya.

Penelitian ini melihat data dari akta kelahiran dari Ohio Departement of Health dan US Environmental Protection Agency's 57.

Penelitian ini menunjukkan hubungan antara cacat lahir akibat paparan polusi dengan daerah tempat tinggal.

Selain itu dari WHO pun menyatakan bahwa paparan polusi udara berdampak pada berat badan bayi rendah saat lahir, bahkan kelahiran prematur.

Polusi udara tersebut seperti asap rokok, udara kotor, bahan kimia, dan kondisi lingkungan..

Oleh karena itu beberapa ahli menyebutkan bahwa setiap ibu hamil harus menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dan menjaga udara di sekitarnya. (*)

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved