Info Kesehatan
Penyebab Sel Kanker Menyebar Cepat Adalah Kebiasaan Tidur Berlebihan
Menurut European Association of Urology Congress di Muenchen, Jerman, mendengkur atau ngorok bisa menyebabkan perkembangan sel kanker lebih cepat.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kanker getah beningnya yang ada pada Ria Irawan dikabarkan kembali menggerogoti tubuhnya.
Padahal Ria Irawan dinyatakan terkena kanker getah bening di tahun 2009 dan dinyatakan bebas kanker pada 2017 lalu
Sang adik, Dewi Irawan mengungkapkan jika sel kanker sang kakak telah menyebar ke seluruh tubuh.
“Iya (menyebar), itu metastasis,” katanya dilansir dari Kompas.com.
Dilansir oleh Intisari dari Canadian Cancer Society, metastasis atau kanker sekunder adalah kondisi ketika sel kanker menyebar dari lokasi pertama sel itu berkembang.
Seperti kasus Ria Irawan, kanker metastasis dapat berkembang beberapa tahun setelah diagnosis pertama kanker.
Perawatan kanker metastasis biasanya lebih sulit daripada kanker yang tidak menyebar.
Sayangnya, ada satu hal yang dianggap umum bisa memicu perkembangan dan penyebaran sel kanker.
Melansir The Independent, perkembangan dan penyebaran kanker dapat dipicu oleh kebiasaan tidur yang buruk.
Menurut European Association of Urology Congress di Muenchen, Jerman, mendengkur atau ngorok bisa menyebabkan perkembangan sel kanker lebih cepat.
Hal ini dikarenakan kebiasaan tidur tersebut menyebabkan hipoksia.
Baca: Wanita Ini Syok saat Beli Gorengan, Lihat Bungkusan yang Dipakai Ternyata Dokumen Dijual Ibunya
Baca: Polisi Menangkap Seorang YouTuber, Membuat Kolase Foto Lawas dan Judul Cenderung Provokatif
Baca: Daftar Makanan Enak yang Jadi Obat Kuat Alami
Baca: Nginap di Hotel Mewah Spanyol, Nikita Mirzani Kepergok Pakai Tas Seharga Rp 1,2 Miliar
Baca: Anak Samuel Zylgwin Dikritik Saat Makan Pakai Tangan Kiri, Sang Ibu Geram Hingga Ungkap Hal Ini
Baca: Kartika Putri Pamer Foto Keluarga, Pertama Kalinya Habib Usman Berpose Tanpa Pakai Topi
Hipoksia adalah suatu keadaan kekurangan oksigen yang menyebabkan permasalahan kesehatan karena akan berpengaruh pada organ tubuh.
Hipoksia merupakan salah satu dampak dari sleep apnea, gangguan umum ketika terdapat jeda dalam pola pernapasan atau memiliki napas dangkal saat tidur.
Dalam banyak kasus napas terhenti selama sepuluh detik atau lebih setiap dua menit.
Dr Antoni Vilaseca, seorang peneliti dari Hospital Clinic of Barcelona mengatakan pasien yang menderita sleep apnea obstruktif biasanya menderita hipoksia intermiten pada malam hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi_20180911_160130.jpg)