Jokowi Heran Keamanan Papua Beda dari Harapannya
Presiden Joko Widodo mengaku heran terkait keamanan yang terusik kerusuhan beruntun di Papua.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Ketiga, pendekatan pengelolaan sumber daya alam. Masyarakat setempat harus dapat menikmati kekayaan alamnya. "Ada yang menyebut politik negara kita, banyak yang mengambil dari Freeport tetapi tidak mengembalikan ke Papua. Saya kira ini keliru. Saya bisa buka-bukaan saja, tahun 2016, kita mendapat Rp 26 triliun dari sana, dan kita kembalikan senilai Rp 92 triliun," ujar Jokowi.
Keempat, pendekatan keadilan sosial. Seterusnya pendekatan keadilan sosial melalui harga bahan bakar. Satu malam, di Papua, saya tanya harga bensin. Katanya, harganya Rp 60 ribu per liter.
Itu dalam situasi normal. Tetapi kalau cuaca buruk, pesawat tidak bisa mendarat, harga bahan bakar bisa naik tidak karuan, sampai Rp 100 ribu per liter. Coba bayangkan," kata Jokowi.
Mengatasi kesenjangan harga BBM jenis premium, pemerintah menerapkan satu harga secara nasional. Harga premium di Papua, Kalimantan, Pulau Jawa dan daerah-daerah lain di Indonesia adalah Rp 6.450 per liter.
Kelima, pendekatan pembangunan infrstruktur. Persoalan lain yang sering dikritik adalah masih adanya gizi buruk dan kelaparan di Papua. "Itu memang fakta. Sebab dokter tidak mau ke Papua.
Pemerintah pernah kirim 24 dokter, tapi enggak ada seminggu, 24 dokter itu balik semua. Tidak tahan, sebab jalan tidak ada. Itulah sebabnya, infrastruktur transportasi (Trans Papua, Red) kita bangun, supaya ada jalan," ujar Jokowi.
Pemerintah membangun ruas jalan Trans Papua sepanjang 4.330 kilometer, dan ditargetkan dapat tembus keseluruhan pada tahun 2020 mendatang.
"Jadi kalau ada yang bilang, 'gizi buruk dan kelaparan kok masih ada di Papua', lha kenyataannya memang seperti itu. Bagaimana masalah kesehatan bisa diatasi, karena memang sulit mendapatkan dokter. Dokter tidak ada," ujar Jokowi.
Keenam, peningkatan perekonomian. Masih terkait peningkatan kesejahteraan warga Papua, Presiden mengatakan pemerintah juga telah membangun pasar-pasar tradisional, antara lain di Jayapura.
Ke depan, presiden akan konsentrasi meningkatkan pengembangan sumber daya manusia. "Ke depan, kami akan fokus maslah otsus (otonomu khusus) dengan pendampingan," ujarnya. Jokowi mencontohkan, pemerintah akan membangun kawasan ekonomi di Papua. (amb)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/undang-makan_1.jpg)