Benny Wenda: Wiranto Gunakan Saya
Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULMWP) Benny Wenda merespons perkataan Menteri Koordinator Politik.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULMWP) Benny Wenda merespons perkataan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto yang menyebut dirinya memicu kerusuhan di Papua dan Papua Barat.
Benny Wenda mengatakan justru Wiranto yang memicu konflik horizontal antara masyarakat Papua dengan warga Indonesia.
Baca: Kisah Horor KKN di Desa Penari dan Mitos Siluman Alih Rupa Jadi Ular
"Wiranto gunakan saya," ujar Benny melalui surat elektronik seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (3/9).
Dalam surat tersebut Benny Wenda menyebut Wiranto sebagai penjahat perang yang dicari oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa karena kejahatan perang. Benny juga menyebut Wiranto sebagai orang yang membentuk Pasukan Penjaga Merah & Putih.
"Dan mencoba memicu konflik horizontal antara warga Papua dan warga Indonesia," kata Benny.
Menurut Benny warga Papua tidak pernah memiliki masalah dengan penduduk Indonesia. Dia mengatakan masyarakat Papua dan Indonesia hidup damai berdampingan.
"Tapi orang seperti Wiranto berusaha menggerakkan kekerasan demi kepentingan mereka sendiri," ujar Benny yang kini tinggal di Inggris.
Baca: Tanah di Ibu Kota Baru Rp 2 Juta per Meter: Jual kepada Pembeli Individu Bukan Developer
Demonstrasi-demonstrasi yang terjadi di Papua dalam beberapa hari terakhir terjadi secara spontan menurut Benny Wenda. Menurutnya demonstrasi tersebut terjadi karena masyarakat Papua selama ini merasakan ketidakadilan.
"Pemerintah Indonesia hanya berupaya mengalihkan perhatian dari kenyataan dengan menyalahkan saya," katanya.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut Benny Wenda sebagai aktor yang menunggangi kerusuhan di Papua dan Papua Barat baru-baru ini. Moeldoko mengatakan Benny Wenda melakukan pergerakan politik di luar negeri.
"Ya jelas, toh. Jelas Benny Wenda itu," ujar Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/9).
Moeldoko menyebut Benny Wenda melakukan pergerakan politik di luar negeri. Moeldoko juga menyebut Benny telah menyebarkan informasi yang tidak benar kepada pihak asing maupun masyarakat di Papua.
"Dia mobilisasi informasi yang missed, yang tidak benar. Itu yang dia lakukan di Australia, di Inggris," kata Moeldoko.
Pemerintah pusat mendapatkan nama Benny Wenda berdasarkan laporan dari Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Polisi Budi Gunawan.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Jumat (30/8).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/benny-wenda.jpg)