Travel
Museum Arkeolog Terbesar di Dunia akan Resmi Buka pada 2020
Pidato Menteri Purbakala, Khaled al-Anani, di Universitas Helwan bulan Februari lalu, mengumumkan keputusan pembukaan museum tersebut
TRIBUNMANADO.CO.ID - Grand Egyptian Museum (GEM), museum arkeologi terbesar di dunia akan dibuka tahun 2020.
Pidato Menteri Purbakala, Khaled al-Anani, di Universitas Helwan bulan Februari lalu, mengumumkan keputusan pembukaan museum tersebut.
"Bagi kita untuk menyambut dunia dan menunjukkan kepada mereka hal terbaik dari peradaban kuno kita," ujar Eltayeb Abbas, Kepala Arkeologi Grand Egyptian Museum kepada CN Traveler (30/07/2019).
Bangunan GEM yang yang pertama kali diumumkan pada tahun 1992 itu berbeda dengan museum lainnya.
Karena museum tersebut memiliki ruang seni, kaca dan beton yang bernilai 1 miliar dolar atau sekitar 14 triliun rupiah.
Tampilan tersebut mirip dengan Howard Carter ketika ia menemukan makam Raja Boy yang berusia satu abad lalu dan pengunjung dapat melaluinya.
Terdapat taman patung yang terletak di taman museum. Sementara itu, patung besar Ramses II berada di atrium utama untuk menyambut pengunjung saat memasuki museum.
Baca: 7 Minuman Pengganti Kopi yang Bikin Mata Melek, dari Matcha tea Hingga Kombucha
Baca: 7 Manfaat Minum Teh di Pagi Hari, Termasuk dapat Mencegah Kanker hingga Turunkan Kolesterol
Baca: 10 Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula dan Susu, Bersihkan Perut Hingga Antioksidan Bagi Tubuh
Galeri utama mengarah ke kiri dari tangga dan dibagi menjadi empat zaman, yaitu pra-dinasti (hingga 3100 SM) dan Kerajaan Lama (pembuat piramida), Kerajaan Tengah, Kerajaan Baru ( Tutankhamun, Ramses and Co) dan Greco-Roman.
Di sebelah kanan tangga adalah galeri Tutankhamun yang akan menampilkan keseluruhan isi makam untuk pertama kalinya.
Ada juga museum anak-anak yang terpisah di dalam museum. Museum anak tersebut akan menggunakan trik visual canggih untuk menjelaskan duniaMesir kuno kepada anak-anak.
Lokasinya berada di luar Kairo tengah, dataran Giza di tepi Gurun Barat yang memandang ke arah piramida-piramida yang terkenal.
Lokasi tersebut dipilih untuk mengatasi masalah pemindahan pengunjung melalui lalu lintas yang sering dilalui di Kairo.
September hingga April merupakan bulan yang cocok untuk tur di Mesir dan mengunjungi GEM, dengan Natal dan Paskah sebagai periode tersibuk.
Biaya tiket masuk museum adalah LE 10 atau sekitar Rp 9.000, sementara masyarakat lokal yang berjumlah diatas 60 orang dan siswa sekolah dapat mengakses GEM secara gratis.
Para pejabat berharap GEM dapat menarik 5 juta pengunjung dalam satu tahun sama hal nya dengan Tate Modern, daya tarik paling banyak dikunjungi di Inggris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/grand-egyptian-museum-dfdfdfdf.jpg)