Korban Kebakaran Tetap Rayakan Ultah: Begini Cerita Hotel Panorama dan 4 Rumah Terbakar
Sulawesi Utara ‘dikepung’ api! Kebakaran rumah dan lahan terjadi di Kota Manado, Kabupaten Minahasa
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sulawesi Utara ‘dikepung’ api! Kebakaran rumah dan lahan terjadi di Kota Manado, Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara, Jumat (30/8/2019). Di ibu kota provinsi, hanya berselang setengah jam, 4 rumah dan satu hotel dilalap ‘si jago merah’. Diawali rumah milik
Diawali peristiwa di rumah milik Keluarga Sukono-Apena, Kaunang-Rogi dan Johan Darise di Lingkungan IV, Kelurahan Tikala Baru, Kecamatan Tikala pada pukul 11.00 Wita.
Baca: Petugas LKBN Antara Pasang Tiga Indoor Videotron di Kotamobagu
Selanjutnya rumah Keluarga Abuhayat-Poluan di Kelurahan Winangun samping Bawaslu Provinsi Sulut pukul 11.30, api sempat menjalar ke Hotel Panorama. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Marta Apena (60), warga Kelurahan Tikala Baru, mengaku kaget melihat kamar depan di rumahnya sudah terbakar. Api langsung membesar. Saat ditemui tribunmanado.co.id, Marta menceritakan, sebelum peristiwa kebakaran, awalnya dia sedang berada di dapur bersama suami.
"Saya kaget ketika pergi ke depan, saya melihat api sudah menyalah di kamar depan," ujarnya lalu menangis."Saya teriak minta tolong karena ada kebakaran," katanya.
Selanjutnya Marta bersama keluarga lari ke luar rumah lewat dapur. "Api cepat membesar di dapur, sehingga kami keluar rumah ikut belakang," katanya. Sebanyak tujuh unit pemadam kebakaran Kota Manado berhasil memadamkan api tersebut meski tiga rumah milik warga ini sudah hangus rata tanah.
Kebakaran di Kelurahan Tikala Baru, meninggalkan banyak kenangan buat parah korban.
Seperti Yohanis Piyoh yang tinggal di rumah keponakan, Keluarga Sondakh-Kawunang. Opa Yohanis sedih saat ulang tahun ke-70, rumah keponakannya hangus terbakar. "Mungkin ini ujian dari Tuhan. Seandainya ini terjadi malam hari, entah apa yang akan terjadi," katanya.
Baca: Hasil sidang Komite Disiplin PSSI - Persebaya Paling Malang, Bayar denda 375 Juta
Lanjutnya, ia tetap bersyukur kepada Tuhan, di HUT ke-70, dia bisa merasakan pertolongan Tuhan dari peristiwa kebakaran ini. "Api cepat merembet, karena angin kencang. Saya hanya bisa menyelamatkan diri saya dengan pakaian di badan. Tidak ada barang lain yang terselamatkan," ujarnya.
Katanya, dia hanya tinggal di rumah keponakan. "Isi rumah tidak bisa diselamatkan. Kami hanya bisa lari dari kobaran api yang besar. Syukurlah kami bisa selamat meski barang-barang kami hangus terbakar," kata dia. Terpantau tribunmanado.co.id, HUT opa Yohanis harus dirayakan di rumah tetangga dengan menyanyi pujian rohani dan didoakan oleh pendeta. Informasi yang diperoleh, untuk kejadian di Tikala Baru, dugaan sementara kebakaran akibat korsleting listrik di rumah Keluarga Sukono-Apena.
Janet Poluan (61), hanya bisa terduduk lesu dan pasrah. "Ya mau gimana lagi, sudah terbakar biarin saja, yang penting nyawa saya dan keluarga selamat," ujarnya. Katanya, beberapa hari sebelum peristiwa, suami sudah menyarankan untuk tinggal di Tomohon. "Ada rumah di Tomohon. Itu rumah papa saya, suami sebelumnya sudah bilang ma ayo kita pindah saja ke Tomohon, lagian anak-anak pada di Jakarta semua," ujar tante Fero Walandouw itu
Kakak kandung Miguel Poluan, Nyong Sulut 2013 itu mengatakan, ia hanya menjawab untuk dipikirkan lagi karena sang anak tidak setuju pindah. "Ya anak gak setuju, katanya rumah ini bersejarah gitu, masa harus ditinggal," ujarnya. Setelah kejadian ini, ia dan keluarga akan tinggal di Tomohon. "Setelah ini kayaknya tinggal di Tomohon atau di Kalasey, ya itu gak ada baju di sana, baju di rumah yang kebakaran semuanya," ucapnya sambil meneteskan air mata.
Ia mengaku sempat ikut memadamkan api sebelum para pemadam kebakaran datang hingga dirinya tak sadar kaki kanan dan tangan kanannya terkena api. "Saya tadi masih sempat padamkan api, di rumah kan banyak kran air ya untuk siram tanaman itu, terus api lebih membesar saya disuruh keluar, orang-orang sudah teriak, saya baru sadar kalau tangan kanan dan kaki kanan kena api tapi gak luka cuma pedis dan merah," bebernya.
Baca: Siswa Sekolah Menengah Kotamobagu Akan Dapat Pendidikan Kependudukan di Setiap Mata Pelajaran
Ia diperkirakan mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. "Rumah itu saya bangun tahun 1990 itu sudah harga Rp 500 juta anggarannya, belum perabotan di dalamnya terus juga berkas-berkas penting ikut terbakar, selain itu ada 3 motor ikut terbakar," bebernya. Ia mengatakan, semua itu tidak masalah yang penting tidak ada korban luka.
Ketua DPRD Kota Manado, Altje Dondokambey menyambangi korban kebakaran di Lingkungan IV, Tikala Baru, Jumat (30/8/2019). Altje datang bersama dua staf wanita. Mengenakan seragam pramuka, Altje menyalami para korban kebakaran.
Tak selang lama, Altje mengambil uang tunai di dalam tasnya dan langsung diserahkan kepada lurah setempat. Altje turut berempati atas kebakaran yang merenggut tiga rumah di Tikala Baru itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/anggota-dprd-inispontan-berikan-semua-uang-yang-ada-di-tasnya-kepada-korban-kebakaran-2.jpg)