Breaking News
Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

Kisah Dua Mayat yang Tertukar Saat Akan Dikremasi, Sontak Keluarga Panik dan Lakukan Hal Ini

Sontak yang hadir pada saat itu juga heran kenapa jenazah bisa tertukar atau jenazah yang hendak dikremasi ternyata bukan dari keluarga yang berduka.

Tayang:
Ilustrasi: jenazah 

Ia pun langsung kembali ke RSD Mangusada untuk mengecek jenazah pamannya tersebut.

“Setelah saya cek di kamar jenazah, janazah paman saya ternyata masih di freezer. Hanya saja label namanya atas nama I Nyoman L,” bebernya.

Dengan ditemukan jenazah pamannya tersebut, pihaknya mengaku fokus untuk melakukan proses pengabenan jenazah di Krematorium Cekomaria.

“Astungkara si tidak ada masalah. yang jelas harapan kami proses upacaranya keluarga tidak ada masalah,” ungkapnya.

Disinggung mengenai adanya permintaan maaf dari RSD Mangusada, Nyoman Gede Budiasa mengatakan sangat berterimakasih karena RSD Mangusada sudah menyelesaikan masalah dengan kekeluargaan.

Pihaknya pun kembali mempertegas bahwa kasusus itu tidak ingin dibesar-besarkan.

“Kami dari pihak keluarga tidak terlalu mempermasalahkan masalah ini, Inti tujuan dari kami proses pengabenan orang tua kami berjalan dengan lancar. Selain itu kami juga berterimakasih, karena jajaran RSD secara langsung kesini, mampir dengan menyatakan permohonan maafnya,” pungkasnya.

Baca: Ibu Kota Indonesia Pindah, Berikut Data Tingkat Kejahatan di Kalimantan Timur

Baca: Gratis Hot Cup Cappucino dan Devil Chocolate di Swiss Belhotel Maleosan Manado Bagi Pengguna TFC

Baca: Sosok Aulia Kesuma, Wanita yang Habisi Suami dan Anak Tiri, Berwajah Cantik dan Keibuan Tapi Sadis

Disisi lain, Nyoman Suweden yang juga merupakan ponakan korban menambahkan bahwa pada proses kremasi tersebut sebenarnya sudah berjalan.

Bahkan kata dia, pertama kali yang mengetahui jenazah tertukar adalah istri almarhum.

“Karena cepat-cepat itu, proses memandikan baru sebentar, setelah dilihat diwajahnya ternyata beda,” jelasnya.

Pihak keluarga sempat panik dan takut jenazah almarhum tidak ada di kamar jenazah.

“Bingung jadinya, takut yang kita upacarai ternyata tidak ada. Syukur setelah di cek masih ada, dan proses berjalan seperti apa yang kita harapkan,” katanya.

Mengenai adanya peristiwa tersebut, RSD Mangusada mendapat sorotan dari DPRD Badung khususnya Komisi IV yang membidangi persoalan itu.

Ketua Komisi IV DPRD Badung, Made Sumerta mengatakan, pihak manajemen rumah sakit harus membuat standarisasi dalam meregistrasi jenazah baik baru masuk maupun keluar.

“Kami cukup prihatin dengan kondisi ini, pihak rumah sakit harus melakukan pengecekan kembali sebelum diserahkan ke pihak keluarga. Baik dengan cara membuka wajah jenazah atau hal lainnya,” ujarnya.

Pihaknya pun mengaku, akan mengunjungi RSD Mangusada untuk melihat SOP yang dilaksanakan.

Sehingga tidak terjadi kasus serupa.

“Kalau kita orang Bali kan ada upacaranya. Mungkin sebelum diambil jenazahnya sudah dilakukan upacara. Entah itu nunas di sanggah dan yang lainnya. Kalau sekarang tertukar bagaimana?,” jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Baca: Strategi Khusus Malaysia untuk Hadapi Tekanan Suporter Indonesia

Baca: Vandalisme dan Serangan Bernada Rasial Kepada Paul Pogba, Diancam Segera Tinggalkan Man United

Baca: Teman-teman Cristiano Ronaldo Ini Pengangguran Pada Bursa Transfer Musim Panas

SUBCRIBE TRIBUN MANADO TV

Sumber: Tribunnews
Halaman 4/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved