Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Terkini

Ibu Kota Indonesia Pindah, Berikut Data Tingkat Kejahatan di Kalimantan Timur

Wilayah Kalimantan Timur, sebagai wilayah ibu kota baru, masuk dalam tujuh polda tipe A dengan tingkat kriminalitas terendah

Tayang:
Editor: Rhendi Umar
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww
Ibu Kota Baru RI - Kalimantan Timur (Kabupaten Kutai Kartanegara dan Panajem Paser Utara) - RI 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Provinsi Kalimantan Timur ( Kaltim)

Lokasi pemindahan tersebut berada di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dilansir dari kompas.com, Wilayah Kalimantan Timur, sebagai wilayah ibu kota baru, masuk dalam tujuh polda tipe A dengan tingkat kriminalitas terendah.

Berdasarkan data Polri, Polda Kalimantan Timur menangani 5.026 kasus sepanjang tahun 2018.

"(Di antara) polda tipe A, dia termasuk 7 terbawah yang memiliki tingkat kriminalitas yang dikatakan rendah," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (20/8/2019).

Dari jumlah tersebut, Dedi mengatakan, sebanyak 3.675 kasus diselesaikan. Maka dari itu, tingkat penyelesaiannya mencapai 73 persen.

"Rata-rata cuma 5.000 per tahun dengan tingkat penyelesaian 73 persen," ujar dia.

BERITA TERPOPULER: VIDEO Tubuh Yuni Shara Hendak Dipegang Pria Tua, Langsung Pegang Ini hingga Netizen Tulis Mahal

BERITA TERPOPULER: Warga Lihat Tas Baru Hanyut di Selokan, Dikira Berisi Laptop, Ternyata Isinya Bikin Sedih

BERITA TERPOPULER: Gejala dan Penyebab Asam Urat, Makanan yang Harus Dihindari hingga Cara Pengobatannya

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, enam daerah lain dengan tingkatkejahatan yang rendah sepanjang 2018 yakni Maluku, Banten, Bali, Yogyakarta, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Barat.

Polda Maluku menangani 2.633 kasus dan Banten menangani 3.553 kasus.

Kemudian, sebanyak 3.795 kasus ditangani Polda Bali, 4.020 kasus ditangani Polda Yogyakarta, 4.503 ditangani Polda Kepri, dan 4.813 ditangani Polda Kalbar.

Pada tahun 2019, kata Dedi, terjadi penurunan jumlah kasus di wilayah Kaltim secara signifikan.

Tahun itu, Polda Kaltim menangani 1.685 kasus dengan tingkat penyelesaian sebesar 80 persen.

Menurut Dedi, penurunan tersebut tak lepas dari kegiatan pencegahan yang dilakukan aparat kepolisian setempat serta kesadaran masyarakat.

"Karena upaya-upaya preemtif dan preventif kepolisian berarti bagus, (melalui) patroli, penyuluhan, termasuk adanya kesadaran masyarakat," ujar dia.

Dikarenakan situasi keamanan yang relatif baik, Polri menilai Kaltim layak dijadikan ibu kota baru.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved