Begini Ceritanya Sri Selamat dari Amukan Angin: Dua Mobil Ringsek Tertimpa Pohon
Angin kencang melibat beberapa wilayah di Sulawesi Utara. Kabupaten Bolaang Mongondow dan Minahasa
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Angin kencang melibat beberapa wilayah di Sulawesi Utara. Kabupaten Bolaang Mongondow dan Minahasa diporak-porandakan angin tiga hari terakhir. Pohon tumbang, atap rumah terbang hingga papan reklame roboh.
Baca: Akan Balik Tuntut Ganti Rugi Triliun Rupiah: Begini Kecurigaan Wakil Ketua DPRD Sulut
Seperti yang berlangsung di pantai utara Bolmong. Daerah ini ‘siaga angin selatan’. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong, kecepatan angin pada Kamis (29/8/2019) lebih dari 20 knot. Jika 1 knot sama dengan 1,852 kilometer per jam, artinya kecepatan angin di sana mencapai 37,04 km per jam.
Terjangan angin menyebabkan pohon besar dan tua roboh dan menimpa dua buah mobil yang parkir di halaman Kantor Dinas Pendidikan Bolmong di Lolak. Beruntung pemilik dua mobil ini tidak berada dalam kendaraan.
Kedua mobil milik Kepala SKB di Dinas Pendidikan Bolmong Sri Wulan Olola dan seorang pegawai Bank SulutGo. Sesaat sebelum kejadian, Sri keluar dari mobil hingga lolos dari maut. Informasi yang dihimpun tribunmanado.co.id, pohon tersebut sudah berusia 70 tahun.
Kaban BPBD Haris Dilapanga melalui Kasie Tanggap Darurat Abdul Muin Paputungan mengatakan, pihaknya langsung turun lapangan. "Kami lakukan assesment sesuai prosedur," kata dia. Menurutnya, tindakan tim BPBD di lokasi adalah memotong pohon besar itu dengan dua buah chainsaw, selanjutnya mengevakuasi mobil yang tertimpa.
Rabu sehari sebelumnya, angin selatan menghantam atap berangka baja apotik di RS Datoe Binangkang. Tiga rumah di RS Inobonto juga alami rusak parah. Hingga Kamis siang, angin berembus sangat kencang. Tiupan angin yang dashyat itu mengganggu pengendara sepeda motor. Mereka harus hati-hati karena motor kerap oleng diterjang angin.
Baca: Dalam 22 Jam Ungkap Pembunuhan Bapak-Anak: Begini Cerita AKBP Nasriadi
Abdul menyatakan, teror angin selatan diperkirakan masih akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan. Ia mengimbau masyarakat untuk waspada.
"Angin bisa sebabkan pohon tumbang, pun kebakaran hutan, jadi waspadalah," kata dia. Sebut dia, personel BPBD dalam keadaan siaga mengatasi dampak cuaca buruk.
Abdul menyatakan, tiga rumah yang rusak di Dusun IV, Desa Inobonto. "Kejadian terjadi hampir bersamaan yakni pukul 13.30 Wita," kata dia.
Dikatakannya, dua rumah alami rusak parah, satunya lagi rusak ringan. Total kerugian berkisar Rp 15 juta.
"Satu unit rumah papan rusak berat pada bagian atap milik Keluarga Ariana Paputungan, satu unit rumah bilik bambu rusak berat pada bagian atap dapur milik Keluarga Deden Mokodompit, satu unit rumah papan rusak ringan pada bagian atap dapur milik keluarga Andi Lala Mokoagow," kata dia.
Beber dia, kejadian di RS Datoe Binangkang terjadi sekira pukul 16.30. "Atap apotik terbang tersapu angin dan jatuh di halaman," kata dia. Pihak BPBD, ujar dia, sudah melakukan assesment. Menurut dia, angin kencang diperkirakan akan terus terjadi hingga beberapa hari ke depan. Ia mengimbau masyarakat untuk waspada. "Tingkatkan kewaspadaan karena angin sangat kencang," kata dia.
Baca: Papua Membara: Massa Bakar Gedung-Mobil di Jayapura
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini di sejumlah provinsi di Indonesia besok, Jumat (30/8/2019). Peringatan dini tersebut disampaikan pada situs resmi BMKG, bmkg.go.id. Jumat (30/8/2019), terdapat empat provinsi yang berpotensi gelombang tinggi.
Sementara itu, ada tiga provinsi yang berpotensi diterpa angin kencang. Secara keseluruhan, ada delapan provinsi yang mendapat peringatan dini. Sejumlah provinsi lainnya berpotensi hujan petir dan angin kencang serta kebakaran hutan atau lahan. Untuk wilayah Sulut kecepatan angin diperkirakan lebih besar dari 48 km per jam.
Masa Udara Semakin Kering
Candra Buana, Kepala Seksi Observasi dan Informasi, BMKG Minut mengatakan, hampir seluruh wilayah Sulut terkena musim kemarau hingga angin kencang mengakibatkan hektaran lahan terbakar, serta pohon tumbang di mana-mana.
BMKG sudah persiapkan pencegahan terhadap kekeringan dan kebakaran hutan yang ada di wilayah Sulut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kecepatan-7400654845641.jpg)