Prostitusi Online

Polisi Bongkar Praktik Pijat Plus-plus, Muncikari Tawarkan Layanan via Aplikasi Messenger

Polisi menangkap 13 orang yang diduga jadi penyedia jasa pijat plus-plus di tiga hotel. Mereka juga diduga terlibat dalam praktik prostitusi online.

Polisi Bongkar Praktik Pijat Plus-plus, Muncikari Tawarkan Layanan via Aplikasi Messenger
Tribunnews
ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polisi menangkap 13 orang yang diduga jadi penyedia jasa pijat plus-plus di tiga hotel.

Mereka juga diduga terlibat dalam praktik prostitusi online. Rata-rata rentang usianya antara 19-20 tahun.

Polisi awalnya menangkap lima orang di sebuah hotel. Satu di antaranya berinisial DH (38) diduga sebagai mucikari.

Empat lainnya berinisial RF (20), SD (19), DF (18) serta SA (19). Peran mereka sebagai pelayan jasa pijat plus-plus.

Hasil pengembangan, petugas membekuk delapan pelaku di dua hotel lainnya. Kedelapan wanita ini di bawah naungan mucikari DH. Kini ke 13 orang telah diperiksa.

BERITA POPULER

Baca: Seorang Mahasiswa Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Kamar Kos, Diduga Kematian Karena Ini

Baca: 2 Anak Pejabat Pesta Sabu di Kamar Kos Gadis 19 Tahun, Digerebek saat Asik Lakukan Hal Terlarang Ini

Baca: Intip Suasana Malam Pertama Roger Danuarta dan Cut Meyriska, Ternyata Ada Sosok Ini Dalam Kamar

Follow Instagram Tribun Manado

Praktik prostitusi online itu diungkap Ditreskrimum Polda Kalimantan Timur (Kaltim) di Kota Balikpapan, Kamis (15/8/2019).

Humas Polda Kaltim Kombes Ade Yaya Suryana mengatakan modus praktik prostitusi menggunakan aplikasi MiChat.

Mucikari mengirim pesan MiChat kepada pengguna jasa dengan menawarkan pijat plus-plus.

Harga pijat berkisar Rp 160.000. Sedangkan hubungan badan dipatok Rp 500.000 per jam.

Halaman
12
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved