Nasional
Hati-Hati, Jangan Sembarangan Posting di Medsos, Kemkominfo Akan Nonaktifkan Akun Bernada Provokatif
Jangan sembarangan memposting di media sosial. Akun anda akan dinonaktifkan oleh Kemkominfo jika menemukan adanya perilaku yang merugikan.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Jangan sembarangan memposting di media sosial.
Akun anda akan dinonaktifkan oleh Kemkominfo jika menemukan adanya perilaku yang merugikan.
Kemkominfo akan menonaktifkan akun bernada provokatif.
Sudah ada puluhan akun yang di shutdown.
Saat ini pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang melakukan perlambatan akses internet.
Kemkominfo RI menyatakan jika akses internet di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, sengaja diperlambat atau throttling mulai pukul 09.00 WIT.
Rencananya, perlambatan akses internet akan mulai pulih pukul 18.00 WIT. Dengan demikian, perlambatan akses internet akan dilakukan selama 9 jam.
Baca: Setelah Menghilangkan Nyawa Satu Keluarga Dengan Patok, Pelaku Hanya Membawa Barang Ini
Baca: Hadiah Sebuah Masjid Dari Pangeran Abu Dhabi Untuk Jokowi, Ini Lokasi Pembangunannya
Baca: Keanu Reeves Kembali Jadi Neo di Film The Matrix 4, Mulai Produksi Tahun 2020
Facebook Tribun Manado :
Baca: Rekor Transfer Napoli DIpecahkan Pemain Asal Meksiko
Baca: Raup Rp 22,4 Miliar per Bulan, Atta Halilintar Masuk Daftar 10 Youtuber Terkaya Dunia
Baca: Mahalnya Harga Pesepak Bola, Ronaldo: Pemain Bisa Dihargai 100 Juta Meski Belum Menunjukan Apa-apa
Instagram Tribun Manado :
Hal itu dikatakan Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu melalui sambungan telepon, Rabu (21/8/2019) siang.
"Throttling ini hanya di Fakfak, daerah lainnya sudah mulai normal sejak kemarin," kata dia.
Menurut dia, throttling merupakan perlambatan akses bandwhidth atau kecepatan akses data, bukan blokir total akses layanan data atau internet.
Penyebaran Hoaks Artinya, pengguna layanan telekomunikasi masih bisa mengirimkan gambar atau video, namun lama sampainya.
Sementara itu, layanan suara untuk menelepon dan layanan SMS masih berfungsi. Ferdinandus menambahkan, Kemkominfo juga menon-aktifkan sejumlah akun yang bernada provokatif terkait kerusuhan di Papua.
"Dua hari pertama kemarin ada 50 akun, hari ini ada 12 akun di medsos yang bernada provokatif. Langsung kami shutdown," katanya.
Sementara temuan informasi hoaks di media sosial yang ditemukan baru dua, yakni hoaks terjadi penembakan serta hoaks pengantar makanan ke asrama mahasiswa Papua yang diculik.
Sebelumnya, Ferdinandus mengatakan jika perlambatan akses internet ini atas permintaan Polri.