Breaking News
Senin, 18 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

Kamus Malayu – Indonesia – Toundano:  Melestarikan Bahasa Tondano

Kamus karangan B.J.D.G Dotulong atau yang akrab dipanggil Boeng atau Beebs oleh teman-temanya memang bukan Kamus Bahasa Toundano yang pertama

Tayang:
Penulis: | Editor: Maickel Karundeng
Istimewa
Kamus Malayu – Indonesia – Toundano:  Melestarikan Bahasa Tondano 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kamus karangan B.J.D.G Dotulong atau yang akrab dipanggil Boeng atau Beebs oleh teman-temanya memang bukan Kamus Bahasa Toundano yang pertama. Namun, kamus ini bisa dikatakan merupakan kamus pertama terlengkap mengenai bahasa Tondano.

Demikian kata Bert Toar Polii, Admin Group Lestarikan Bahasa Tondano di Facebook, Senin (19/8/2019). Ia mencoba memberikan resensi terhadap kamus itu.

"Kamus ini mencoba merekam bahasa yang digunakan di daerah Toundano dan sekitarnya. Karena penulisnya telah lama meninggalkan Toundano dan bermukim di luar negeri maka bahasa Malayu Manado dan bahasa Indonesia apalagi bahasa Toundano yang digunakan merupakan bahasa yang biasa digunakan orang pada masa yang lalu," ujarnya.

Ia mengatakan Bahasa Toundano yang digunakan biasa disebut “bahasa Toundano tua” oleh masyarakat Toundano. Salah satu contoh nyata adalah penggunaan kata Toundano bukan Tondano atau Toulor seperti yang digunakan oleh kebanyakan orang.

"Secara rinci penulis menjelaskan tentang hal ini, sebagai berikut : “kira-kira semenjak awal kedelapan belas, orang suka mengatakan, bahasa yang digunakan sekeliling danau Toundano adalah bahasa Toulour, ini tidak benar! Dalam bahasa Toundano kata “toulour” lebih tepat tou-lour berarti “orang danau” (tou=orang, lour-danau). Dalam bahasa tounsea, Toumbulu, kata lour berarti air; sedangkan dalam bahasa Toundano, Tountemboan kata lour berarti danau, dan untuk air disebutnya rano atau en dano. Maka adalah salah kalau Toundano disebut Toulour.”

Perubahan kata Toundano menjadi Tondano tidak diketahui lagi kapan tepatnya. Namun, kenapa terjadi perubahan dapat dijelaskan

Berdasarkan tata bahasa cara menulis kata Tondano terambil dari tiga kata, yaitu: tou (orang) e (kata sandang) dan rano / en dano (air).
Kata sandang e digunakan jika kata yang menentukan terjadi dari kata-kata benda (bukan mahluk).

Umumnya jika kata sandang e didahului oleh kata yang berahir dengan vokal, maka vokal e itu tidak diucapkan dan tertinggal konsonan sengau saja.

"Jika dalam hal demikian tidak disengaukan kata sandang e, maka e itu dapat hilang, sehingga seperti tidak ada kata sandang. Inilah yang terjadi pada Toundano yang semula tou e rano, tou en dano, tou 'n dano kemudian diucapkan menjadi toundano/toudano/tondano," katanya.

Bert mengatakan bahasa merupakan alat komunikasi yang berhubungan erat dengan budaya bangsa. Pada era globalisasi dan modernisasi dewasa ini, secara cepat maupun lambat perubahan zaman telah banyak mengikis nilai-nilai budaya yang selama ini telah mengakar di masyarakat.

"Salah satu yang mengalami dampak yang cukup parah adalah Bahasa Toundano. Padahal bahasa ini telah dibuktikan oleh para pakar sebagai bahasa yang indah dan kaya bentuk. Buku ini merupakan bentuk usaha pengarangnya untuk melestarikan bahasa Toundano yang menurut data UNESCO salah satu bahasa yang terancam punah," ujarnya.

Selain bisa mempelajari bahasa Toundano, pembaca terutama orang Manado yang tidak berasal dari Toundano bisa menambah perbendaharaan bahasa Malayu Manado.

"Sistim penulisan kamus ini memungkinkan karena ditulis seperti contoh ini. Malayu Manado Indonesia Toundano
amis = tengik, hamis = li’ik, sasa (a)
barasa amis: = berasa tengik:”minyak =peli’ikan (a):”em peli’
“so barasa amis sadiki kelapa yang disimpan- ikanou e lana weru
tu minya-baru dia ada nya sudah berasa tinu’tulana”
simpang tengik sedikit”, " katanya

Penerbitan kamus ini katanya sungguh tepat, karena dewasa ini minat masyarakat minahasa pada umumnya dan khususnya Toundano terhadap bahasa dan kebudayaan mereka semakin meningkat.

Perkembangan minat untuk mengenal bahasa dan mengenal budaya kampungnya dipicu oleh kecanggihan teknologi industri melalui situs-situs pertemanan seperti facebook dan lain-lain.

"Secara garis besar, buku ini membahas tentang• Foneem “bunyi ucapan yang benar”,• Aksara dan abjad yang digunakan beserta cara menulis dan cara bacanya, • Penjelasan tentang tata bahasa beserta unsur-unsurnya, • Percakapan dan ungkapan sehari-hari
Kelebihan lain yang menonjol adalah keberanian penulis untuk memberikan pegangan atau patokan tentang cara lafal pada masing-masing kata. Ini menurut saya adalah salah satu pekerjaan tersulit dalam penyusunan kamus ini," ujarnya.

Ia mengatakan selain penggunaan “bahasa tua” yang sudah jarang diketahui oleh generasi muda saat ini, huruf-huruf munggil dan cukup rapat membuat pembaca yang berusia lanjut menemui kesulitan membacanya adalah sedikit kelemahan kamus ini.

"Mudah-mudahan kamus ini akan memberi manfaat bagi mereka yang ingin mempelajari kekayaan bahasa di Minahasa, baik sebagai pakar bahasa maupun hanya sebagai penutur, Karya ini merupakan sumbangan yang sangat berarti bagi usaha melestarikan bahasa Toundano yang terancam punah," ujarnya. (dma)

Kamus Malayu – Indonesia – Toundano
+Kosakata Bahasa Toundano

Pengarang : B.J.D.A.G Dotulong
Percetakan : Percetakan Gramedia Jakarta
Tahun Terbit : 2005 (cetakan pertama), 2010 (cetakan kedua)

Baca: VIDEO Terbaru KKB Lekagak Telenggen, Sebut Prabowo-Jokowi Suruh Bawa Bom ke Papua: Kalian Kalah

Baca: Cewek Ini Dijemput Pacarnya, Disuguhkan Miras, Tak Sadarkan Diri Lalu Terjadilah

Baca: Presiden Jokowi Keluar Tengah Malam dan Kunjungi Makam Nan Gelap, Ternyata Ini yang Dilakukannya

 

Baca: BREAKING NEWS - Mario Balotelli Resmi Merumput Bersama Klub Promosi Liga Italia

Baca: Delapan Orang Prajurit TNI Gugur Saat Diserang Kelompok Kriminal Bersenjata Papua, Sepanjang 2019

Baca: Pesta Miras dan Hirup Lem Ricuh, Tangan Pria Ini Nyaris Putus

Baca: Arti Warna Dahak Sebagai Informasi Mengenai Kesehatan Kita, Simak Ini Detailnya

Baca: Kabar Terbaru Veronica Tan, Jadi Sorotan Saat HUT RI, Ahok BTP Upacara Tanpa Pendamping, Puput Devi?

Baca: PERINGATAN Dini BMKG Untuk Senin 19 Agustus 2019, Lihat Daerah Yang Cerah dan Hujan Sepanjang Hari

Baca: Red Devils Siap Rugi demi Singkirkan Marcos Rojo yang Statusnya di Man United Kian Tak Jelas

Baca: Dua Menteri Nyentrik Ini Kompak Protes Saat Disuguhi Air Mineral Botol Plastik, Satunya Teriak

Baca: Kisah Lengkap Parman, Pengemudi Ojol yang Pernah Ditolong Melanie Subono 23 Tahun Lalu Silam

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved