Hari Kemerdekaan

Veteran Ini Seharusnya Sudah Mati 30 Kali Namun Lolos, Berikut Kisahnya

Pada saat tembakan terjadi, ia seharusnya sudah lama tewas bersama dengan kurang lebih 30 ribu prajurit yang tewas saat itu.

Veteran Ini Seharusnya Sudah Mati 30 Kali Namun Lolos, Berikut Kisahnya
Ferdinand Ranti/Tribun Manado
Johanis Rosok ketua Satgas BPSG Sulut 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Johanis Rosok ketua Satgas BPSG Sulut mengenang, dimana saat ia menjadi ketua regu dalam kejadian 7 Desember 1975 ketika militer Indonesia masuk ke Timor Timur dengan alasan anti-kolonialisme.

Ditemui Tribun Manado, usai upacara HUT RI ke-74, Johanis menceritakan, dirinya bersyukur bisa ada sampai saat ini.

Pada saat tembakan terjadi, ia seharusnya sudah lama tewas bersama dengan kurang lebih 30 ribu prajurit yang tewas saat itu.

"Pribadi saya, saya bersyukur, saya seharusnya sudah bersama kurang lebih 30 ribu prajurit yang mati di timor-timor,

karena sudah banyak kali, saya pernah melihat kematian saya, namun masih disayang oleh Tuhan, saya lolos dari tembakan peluru," katanya, Sabtu (17/8/2019).

Tiga kali, ia diperhadapkan harus mati, ia bahkan kala itu, melihat peluru tepat berada diatas kepalanya saat tiarap, namun hanya penutup rerumput yang tembus hingga putus.

"Saya pernah melihat peluru, rumput diatas kepala saya putus, musuh kurang lebih 40 meter,

itu sasaran paling empuk, kalau mereka lihat kami-kami satu regu habis. Untung saja lolos dari persembunyian," jelas

"Saya hubungkan dengan iman kepercayaan saya ini kemurahan Tuhan,

saya perintahkan tiarap dan kemudian saya perintahkan tembak, karena mereka terancam jadi mereka mundur," kenangnya.

Halaman
12
Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved