Selasa, 7 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah Indonesia

Tan Malaka Bapak Republik Indonesia, Pernah Diminta Bacakan Proklamasi Oleh Soekarno Tapi Menolak

Tan Malaka adalah tokoh pejuang pemikir yang sosoknya menjadi misteri tersendiri dalam sejarah kemerdekaan indonesia.

Editor: Rizali Posumah
Tan Malaka 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tan Malaka adalah tokoh pejuang pemikir yang sosoknya menjadi misteri tersendiri dalam sejarah kemerdekaan indonesia.

Ia cerdas, dari kepalanya bentuk Republik di negara Indonesia itu lahir. Dia dinobatkan sebagai Bapak Republik Indonesia.

Bertahun-tehun sebelum Indonesia merdeka, Tan telah menulis buku Naar de Republiek Indonesia: Menuju Indonesia Merdeka.

Tan betul-betul seorang pejuang. Nyaris tak pernah merasakan kenyamanan hidup.

Ia sering kali berpindah dari satu negara ke negara lainnya, menghindar dari buruan segala orang yang memusuhi jalan pikirnya.

Itu sebanya ia sangat sulit ditemui.

Kerap kali dirinya hadir secara diam-diam dalam acara penting jelang kemerdekaan, namun menggunakan nama samaran.

Padahal, Sutan Sjahrir lebih memilih Tan Malaka yang membacakan teks proklamasi, bukan Soekarno.

Berita Populer

Baca: Gaji PNS, TNI/Polri Naik 2020? Ini Isi Lengkap Pidato RAPBN 2020 dan Nota Keuangan Presiden Jokowi

Baca: 6 Selebritis ini Tega Permalukan Mantannya Sendiri, Mulai dari Air Susu hingga Syahwat

Baca: Intip Penampilan Luna Maya di Pernikahan Putra Raam Punjabi, Sempat Dikira Salah Kostum

Bahkan, Soekarno sendiri sempat meminta Tan Malaka untuk menjadi 'cadangan'pembaca teks proklamasi.

Sebab, Bung Karnot takut terjadi sesuatu pada dirinya atau Bung Hatta.

Sebuah permintaan yang dibalas Tan Malaka dengan sebuah kalimat yang benar-benar menunjukkan kenegarawanan dirinya.

Berikut ini kisah lengkapnya.

Kala itu Juli 1945, Sutan Sjahrir mencari Tan Malaka karena dianggap sebagai tokoh yang paling layak membacakan teks proklamasi.

Meskipun dikenal juga sebagai tokoh gerakan bawah tanah menentang Jepang, Sjahrir bukanlah sosok yang pantas, karena dia dianggap kurang begitu populer di kalangan masyarakat.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved