Minggu, 10 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bolmong

Tokoh Lintas Agama Bolmong Sepakat Junjung Toleransi, Bentengi Umat dari Ajaran Menyimpang

Toleransi antar-umat beragama di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) sudah dikenal sejak lama.

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
Tribun manado/Arthur Rompis
dialog Kerukunan Lintas Agama (KLA) Bolmong Tahun 2019 di aula MTsN 1 Bolmong, Lolak. Kamis (15/8). 

Tokoh Lintas Agama Bolmong Sepakat Junjung Toleransi, Bentengi Umat dari Ajaran Menyimpang

TRIBUNMANADO.CO.ID - Toleransi antar-umat beragama di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) sudah dikenal sejak lama.

Hal itu harus tetap lestari di tengah gempuran radikalisme dan ajaran sesat.

Begitulah kesimpulan dialog Kerukunan Lintas Agama (KLA) Bolmong Tahun 2019 di aula MTsN 1 Bolmong, Lolak. Kamis (15/8).

Hajatan yang dihelat Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) tersebut diikuti 23 tokoh lintas agama dari Islam, Kristen dan Hindu.

Semua tokoh agama sepakat menjaga toleransi, membentengi setiap umat dari radikalisme serta ajaran sesat.

Tampil sebagai narasumber Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Bolmong, Drs Tavip Pakaya. Ketua FKUB Bolmong, Dra Hj Ulfa Paputungan.

BERITA POPULER:

> Viral Video Vina Garut, 3 Pria VS 1 Wanita, Durasi Video 1 Menit 7 Detik

> BIODATA Adian Napitupulu, Tuama Manado Anggota Aktivis 98 yang Diisukan jadi Calon Menteri Agraria

> (VIDEO) Pria dan Wanita Kepergok Polisi Berhubungan di Semak-semak, Polisi: Pake Celana Dulu

Serta Ketua Badan Pekerja Wilayah GMIBM Kec Lolak, Pendeta Grace Palit.

Pakaya membeber, perekat semua perbedaan itu adalah Pancasila.

"Pancasila yang menyatukan kita," kata dia.

Ia menekankan moderasi agama. Umat diimbau jangan terlalu ke kiri atau ke kanan.

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

"Kalau ke kiri terlalu liberal, kalau ke kanan terlalu fanatik yang berlebihan," ujar dia.

Ia juga menyinggung mengenai ajaran yang menyimpang.

Sebut dia, ajaran menyimpang mengganggu kerukunan.

“Tujuan kegiatan ini agar umat tidak tersesat, dan mempererat kerukunan, toleransi antar umat beragama dengan pemerintah, dengan mendiskusikan isu-isu keagamaan terkini, termasuk berbagai ancaman dan tantangan dalam mewujudkan kerukunan di Bolmong,” katanya.

BACA JUGA:

> Seorang Siswi SMK Magang Dipaksa Lakukan Perbuatan Tidak Senonoh, Pelakunya Oknum Camat

> Penyebab Volume Air Mani Berkurang dan Cara Mengatasinya

> Menjadi Legislator Termuda, Franko Wangko Beberkan Awal Mula Dirinya Terjun ke Politik

Sementara itu Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB), Dra Hj Ulfa Paputungan mengungkapkan, kerukunan diharapkan jangan hanya di atas kertas, namun harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“FKUB bertekad memperbanyak kegiatan lintas agama mulai dari pemuda hingga tokoh-tokoh agama serta mendukung pendirian rumah ibadah dengan memberikan rekomendasi pendirian rumah ibadah,”ujarnya

Senada Pendeta Grace Palit mengungkapkan, ego dan eksklusifisme dalam beragama harus dilepaskan demi persatuan, kerukunan dan toleransi.

“Saling menghargai dalam perbedaan. Karena dari awal manusia diciptakan memag sudah berbeda - beda, namun saling bergantung satu dengan lainnya. Agama jangan dijadikan alat (dieksploitasi) untuk kepentingan lain,”tutupnya.(art)

KABAR SELEBRITIS:

> Jessica Iskandar Unggah Status Menohok di Instagram untuk Netizen Nyinyir

> 6 Selebritis ini Tega Permalukan Mantannya Sendiri, Mulai dari Air Susu hingga Syahwat Tersalurkan

> Jarang Diekspos, Istri Daniel Mananta Pamerkan Foto Romantis Berdua untuk Pertama Kali

LIKE FACEBOOK TRIBUN MANADO:

KABAR SULUT UNITED:

> Persewar Waropen vs Sulut United, Elie Aiboy: Wajib 3 Poin

> Persewar Waropen vs Sulut United, Laga Pertaruhan di Penghujung Paruh Musim

> Laga Persewar vs Sulut United, Peluang Debut Bagi Bella dan Rampala

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved